JAMBI, KOMPAS.TV - Seorang guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, Agus Saputra, diduga dikeroyok sejumlah siswanya pada Selasa (13/1/2026).
Konflik antara siswa dan guru tersebut kemudian berlanjut hingga kedua belah pihak saling lapor ke pihak kepolisian.
Berikut fakta-fakta kasus dugaan pengeroyokan guru oleh sejumlah siswanya di Jambi yang telah dirangkum KompasTV:
KronologiMenurut informasi dari laman pemberitaan Polri, Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan kejadian ini bermula dari seorang siswa inisial L yang dianggap gurunya, Agus, telah berkata kasar. Hal itu membuat Agus tersinggung, lalu diduga menampar siswanya.
“Kemudian muridnya tidak terima dan melakukan perlawanan dengan rekan-rekannya kepada guru atas nama A (Agus) sehingga terjadi perkelahian,” ujar Erlan, Kamis (15/1/2026).
Kepala Sekolah SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Ranto mengonfirmasi adanya konflik antara guru dan siswa di sekolah yang dipimpinnya.
"Benar, terjadi perselisihan paham antara guru dan siswa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur," katanya, Rabu (14/1/2026), dipantau dari video YouTube KompasTV.
Ranto menyebut mediasi yang diikuti oleh banyak pihak juga sudah dilakukan.
"Pada hari ini kita sudah melaksanakan mediasi yang diikuti oleh Pak Kapolsek, Pak Babinsa, Pak Kanit besar jajarannya, serta kita turut mengundang Pak Camat, Pak Lurah, ketua komite, beserta siswa dan guru," ujarnya.
Baca Juga: Riuh DPR! Jaksa Agung Jawab Kasus Guru di Jambi Jadi Tersangka usai Cukur Rambut Siswa
Pengakuan Siswa dan Guru yang BertikaiDipantau dari pemberitaan KompasTV, seorang siswa SMKN 3 Tanjung Jabung Timur berinisial L mengaku hanya menyuruh diam siswa lain dengan mengatakan "Woi, diam." Ia mengaku tidak tahu saat berteriak, ternyata Agus lewat di depan kelas.
Setelah itu, kata L, tiba-tiba Agus masuk ke dalam kelas tanpa permisi kepada guru yang ada di dalam. Agus lantas bertanya siapa yang berkata "Woi".
Siswa tersebut mengaku dirinya langsung ke depan kelas dan mendapat tamparan dari Agus.
Dalam rekaman video yang beredar dan ditayangkan KompasTV, tampak Agus sempat terlihat membawa senjata tajam. Namun, Agus mengaku membawanya hanya untuk menggertak dan melindungi diri.
"Kebetulan SMK kami itu SMK pertanian. Jadi, peralatan pertanian kaya cangkul dan sebagainya itu memang sudah tersedia di dalam kantor yang di ada video tersebut, memang tersimpan rapi. Kenapa saya pakai itu? hanya untuk menggertak mereka agar bubar. Tidak ada niat lain selain itu," ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Baca Juga: Perkelahian Guru & Siswa di Jambi, Dinas Pendidikan Turun Tangan | BERUT
Gubernur Jambi Sesalkan KejadianGubernur Jambi Al Haris menanggapi isu pertikaian guru dan siswa di daerah yang dipimpinnya tersebut.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV, Antara
- guru dikeroyok siswa
- siswa keroyok guru
- guru
- siswa
- jambi
- pengeroyokan




