Obat nyamuk dalam bentuk semprot, lotion, bakar, maupun elektrik, hampir selalu ada di rumah-rumah warga Indonesia. Sejak lahir, bayi-bayi langsung dilindungi dengan kelambu agar tidak digigit nyamuk.
Semakin besar, orang tua mulai berani menggunakan obat antinyamuk dalam berbagai bentuk. Namun pertanyaannya, bolehkah anak menggunakan obat antinyamuk setiap hari?
Yuk simak penjelasan selengkapnya dikutip dari CDC berikut ini:
Boleh Tidaknya Anak Pakai Obat Antinyamuk Setiap HariMengutip CDC, pada prinsipnya jika digunakan dengan benar, sesuai petunjuk, dan dalam batas aman yang direkomendasikan, obat antinyamuk bisa dipakai setiap hari kok, Moms, termasuk untuk anak.
1. Bahan yang umum dan direkomendasikan
Beberapa bahan aktif dalam obat nyamuk yang sering digunakan dan dianggap aman bila dipakai dengan benar adalah:
DEET (N,N-diethyl-m-toluamide): efektif melawan nyamuk dan banyak digunakan; aman untuk anak >2 bulan jika konsentrasi tidak lebih dari 30%.
Picaridin: alternatif yang efektif dan juga aman untuk anak (lebih lembut dibanding DEET).
Oil of Lemon Eucalyptus: bahan yang alami, tetapi tidak direkomendasikan untuk anak <3 tahun.
Permethrin: tidak diaplikasikan langsung pada kulit, tetapi hanya untuk pakaian, kelambu, dan perlengkapan.
2. Panduan penggunaan yang aman
Untuk memastikan obat anti nyamuk aman dipakai setiap hari pada anak, perhatikan poin-poin ini:
Baca dan ikuti label petunjuk pada produk, termasuk batas usia penggunaan.
Gunakan sekali sehari saja pada kulit, dan hanya pada area yang benar-benar diperlukan.
Jangan semprotkan langsung ke wajah anak — semprotkan ke tangan Anda dulu, lalu oles perlahan.
Hindari area kulit yang luka atau iritasi.
Setelah anak kembali ke dalam ruangan, segera cuci kulit dengan sabun dan air untuk menghilangkan sisa repellent.
Hindari produk yang menggabungkan insektisida dengan tabir surya dalam satu kemasan.
3. Apa risiko jika terlalu sering atau tidak sesuai aturan?
Meskipun bahan-bahan tersebut dinilai aman jika digunakan benar, ada beberapa risiko potensial apabila penggunaannya tidak tepat, misalnya:
iritasi kulit, ruam, atau gatal-gatal
kemungkinan bahan kimia terhirup jika disemprot di ruang tertutup
paparan berlebihan pada anak sangat kecil dapat memicu reaksi hipersensitivitas
Walau demikian, penelitian toksikologis menunjukkan bahwa batas paparan harian yang biasa dari DEET atau picaridin masih di bawah tingkat yang dianggap berbahaya, terutama jika digunakan sesuai panduan.
4. Alternatif atau pelengkap strategi perlindungan
Agar penggunaan obat anti nyamuk tidak menjadi satu-satunya cara, Anda juga bisa mempertimbangkan hal ini:
Pasang kelambu anti nyamuk di tempat tidur atau stroller
Gunakan pakaian panjang saat bermain di luar rumah
Kuras bak mandi/ember, hindari genangan air
Pakai permethrin pada pakaian atau kelambu, bukan kulit.
Ini membantu mengurangi ketergantungan pada semprot atau lotion kimia saja.





