CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan (Wamen KKP), Laksamana TNI (Purn) Didit Herdiawan, meninjau kondisi keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dengan nomor registrasi PK-THT rute Yogyakarta–Makassar.
Kunjungan dilakukan di Posko Greeters Meeters Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Selasa (20/1).
Pesawat tersebut diketahui membawa sejumlah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi korban dalam kecelakaan udara di kawasan Pegunungan Bulusaraung, wilayah Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan.
Didit menegaskan bahwa negara hadir sepenuhnya untuk mendampingi seluruh keluarga korban, khususnya keluarga pegawai KKP yang terdampak langsung dalam peristiwa tersebut.
“Tetap dilakukan pelaksanaan kegiatan pendampingan, gak ada yang lolos dari satupun. Jadi setiap orang, setiap keluarga didampingi semua. Untuk pelaksanaan kegiatan evakuasi, dilaksanakan tetap,” kata Didit kepada awak media.
Adapun tiga pegawai KKP yang diduga menjadi korban dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500 tersebut masing-masing adalah Ferry Irawan selaku Analis Kapal Pengawas, Deden Mulyana sebagai Pengelola Barang Milik Negara (BMN), serta Yoga Naufal yang bertugas sebagai Operator Foto Udara.
Didit menyampaikan bahwa seluruh keluarga korban dari unsur KKP telah menjalani proses pengambilan data ante-mortem oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan.
“Keluarga korban (yang didatangi) dari KKP tiga, sudah lengkap dan sudah diambil sampelnya (data antemortem) dari DVI, dan kita kawal semua,” ujarnya.
Selain memastikan pendampingan administratif dan teknis, Wamen KKP juga mengaku telah berbincang langsung dengan keluarga korban untuk menyampaikan empati serta dukungan moril.
“Merasa prihatin dengan kejadian yang terjadi dan keluarga yang ditimpa,” ucapnya.
Sebelumnya, sebanyak 10 keluarga korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 telah menjalani pengambilan data ante-mortem oleh tim DVI Polda Sulsel. Hingga kini, pihak keluarga bersama tim DVI masih menunggu proses evakuasi jenazah dari lokasi kejadian untuk dilakukan pemeriksaan post-mortem.
"Ante-mortem sudah lengkap 10 dari keluarga korban," demikian konfirmasi Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, kepada CelebesMedia.id, Selasa (20/1).
Berdasarkan data hingga Senin (19/1) siang, tim SAR gabungan telah menemukan dua jenazah korban kecelakaan pesawat ATR. Satu korban berjenis kelamin laki-laki ditemukan di kedalaman jurang sekitar 200 meter, sementara satu korban perempuan ditemukan pada kedalaman sekitar 300 meter.
Memasuki hari keempat operasi pencarian dan pertolongan, tim SAR gabungan masih terus melakukan upaya evakuasi. Basarnas menyebut medan ekstrem serta kondisi cuaca menjadi tantangan utama dalam proses evakuasi. Saat ini, korban telah dipindahkan ke area persawahan yang dijadikan sebagai titik aman evakuasi.
Kepala Basarnas Nasional, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, sebelumnya menegaskan bahwa fokus utama operasi SAR tetap pada evakuasi korban dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel, mengingat lokasi kecelakaan berada di tebing curam dengan kedalaman ratusan meter.
Operasi SAR melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta potensi SAR lainnya. Perkembangan terbaru akan disampaikan secara berkala kepada publik.
Laporan: Rifki


