JAKARTA, DISWAY.ID -- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengungkapkan data terkini mengenai penyebaran virus H3N2 Subclade K atau yang lebih dikenal sebagai Superflu.
Hingga memasuki awal tahun 2026, virus ini dilaporkan telah terdeteksi di 13 provinsi di Indonesia, dengan sebaran kasus tertinggi berada di wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
Berdasarkan data pemeriksaan laboratorium yang dihimpun sejak 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026, ditemukan sebanyak 74 kasus subclade K dari total 204 spesimen H3N2 yang diperiksa.
BACA JUGA:Bahaya Depresi, 700 Ribu Anak Indonesia Rentan Gangguan Jiwa
Meski cakupan wilayahnya cukup luas, pemerintah memastikan bahwa situasi saat ini masih berada dalam koridor yang terkendali.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa kemunculan varian ini sebenarnya bukan merupakan fenomena virus baru yang asing.
Subclade K merupakan bagian dari siklus influenza musiman yang lazim beredar di masyarakat global.
"Pertengahan Januari 2025, H3N2 subclade K telah dilaporkan di 80 negara, termasuk Indonesia. Di tanah air sendiri, kasus pertama terdeteksi pada minggu ke-36 tahun lalu," ujar dr. Prima saat dikonfirmasi, Selasa 20 Januari 2026.
BACA JUGA:MilkLife Soccer Challenge 2025–2026 Masuk Seri 2, Bayan Peduli Ambil Peran di Kalimantan
"Data Kemenkes mencatat sejak 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026 terdapat 74 kasus subclade K dari total 204 spesimen influenza A(H3N2) yang diperiksa, dengan temuan terbanyak di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan," sambungnya.
Kemenkes menggarisbawahi bahwa sebagian besar pasien yang terpapar virus ini hanya mengalami gejala ringan hingga sedang yang dapat sembuh dengan sendirinya melalui istirahat cukup.
Namun, kewaspadaan tinggi tetap harus ditujukan bagi kelompok berisiko tinggi, seperti lansia dan individu dengan penyakit penyerta.
Sebelumnya diketahui, per tanggal 31 Desember 2025, Kemenkes mencatat terdapat 62 kasus terkonfirmasi Super Flu tersebut yang tersebar di delapan provinsi.
BACA JUGA:Bupati Sudewo Ditangkap KPK Bersama 2 Camat, 3 Kepala Desa dan 2 Calon Perangkat Desa
Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
- 1
- 2
- »



