FAJAR, SOPPENG — UKM Teater Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas) menampilkan pementasan teater bertajuk “Besse dan Perkara-Perkara Sepintas Silam” dalam rangkaian Festival Teater Mahasiswa Indonesia (FTMI) XIX di Kota Soppeng.
Pementasan tersebut berlangsung di Aula Lappatau, Soppeng, Sabtu (18/1/2026). FTMI XIX sendiri digelar pada 17–21 Januari 2026 dan diikuti oleh berbagai kelompok teater mahasiswa dari sejumlah daerah.
Melalui naskah ini, UKM Teater Kampus Unhas mengangkat kisah Besse, yang dikenal sebagai penemuan kerangka manusia tertua di Sulawesi. Figur Besse dijadikan medium refleksi untuk membahas isu kerusakan dan eksploitasi lingkungan yang kian masif di abad ke-21.
Dalam pementasan tersebut, Besse digambarkan sebagai perempuan yang hidup secara komunal dan bermigrasi hingga ke kawasan Wallacea. Ia diceritakan meninggal dunia akibat hipotermia yang dipicu oleh perubahan iklim ekstrem. Alur pertunjukan juga menghadirkan potret perjalanan hidup manusia, mulai dari kelahiran, fase kehidupan, hingga kematian.
Sutradara pementasan, Andi Khaeria, menyampaikan bahwa karya ini merupakan hasil riset dan proses diskusi yang panjang oleh tim produksi.
“Pementasan ini merupakan perjalanan riset yang kami lakukan sejak 2024. Isu-isu yang ditampilkan lahir dari diskusi panjang seluruh tim produksi,” ujarnya.
Pementasan ini menjadi salah satu sajian yang memperkaya wacana kritis FTMI XIX, sekaligus menegaskan peran teater mahasiswa sebagai ruang refleksi atas persoalan kemanusiaan dan lingkungan. (*/)




