Pemerintah menyatakan stok pangan nasional, khususnya beras masih aman di tengah meningkatnya bencana hidrometeorologi khususnya di Sumatera yang berdampak pada rusaknya ratusan ribu hektare lahan pertanian.
Asisten Deputi Cadangan Pangan dan Bantuan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Sugeng Harmono mengatakan Indonesia saat ini sangat rentan terdampak perubahan iklim. Bahkan, bencana yang terjadi belakangan ini tidak lagi sekadar krisis iklim, melainkan telah masuk kategori bencana iklim (climate disaster).
“Terakhir terjadi bencana hidrometeorologi di tiga Provinsi di Sumatera. Ini bukan lagi climate crisis, tapi climate disaster. Dampaknya bukan hanya pada manusia, tapi juga pada lahan-lahan pertanian,” ujar Sugeng dalam diskusi bersama CORE: Ketahanan Pangan 2026, Selasa (20/1).
Dia mencatat, bencana iklim tersebut telah berdampak pada kerusakan 102 ribu hektare lahan pertanian di tiga provinsi di Sumatera. Dari jumlah tersebut, sekitar 98 ribu hektare mengalami kerusakan berat, sedangkan sisanya rusak ringan.
Meski demikian, Sugeng menegaskan pemerintah tetap optimistis terhadap ketahanan pangan nasional. Salah satu alasannya adalah posisi cadangan beras pemerintah yang saat ini berada pada level tertinggi.
“Alhamdulillah, tahun ini stok cadangan beras kita sempat mencapai empat juta ton. Di akhir tahun diproyeksikan masih tersisa sekitar 3,2 juta ton cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog,” kata dia.
Produktivitas padi nasional juga dinilai cukup tinggi. Sugeng menyebut produksi padi Indonesia tahun ini mencapai sekitar 34,7 juta ton, jauh di atas kebutuhan konsumsi nasional yang berkisar 30,5-31 juta ton.
“Dengan produksi hampir 34 juta ton dan konsumsi sekitar 31 juta ton, kita masih memiliki surplus sekitar 3 juta ton,” jelasnya.
Pemerintah pun menaikkan target penyerapan gabah dan beras tahun ini. Jika pada tahun sebelumnya target penyerapan sebesar 3 juta ton, tahun ini menjadi 4 juta ton sesuai hasil rapat koordinasi terbatas bidang pangan. Saat ini, pemerintah tengah merevisi Instruksi Presiden (Inpres) terkait penyerapan tersebut.
Satgas Rehabilitasi Lahan Pangan DibentukKoordinator Bidang Pangan bersama Kementerian Pertanian dan kementerian terkait lainnya telah membentuk Satuan Tugas untuk merehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana di Sumatera.
“Jadi sekarang sedang dibentuk Satgas, salah satunya Satgas untuk rehabilitasi lahan pertanian terdampak bencana di Sumatera. Kami optimistis produksi padi tahun ini tetap meningkat meskipun ada bencana,” ujarnya.
Dengan target penyerapan 4 juta ton dan sisa cadangan beras pemerintah sekitar 3,2 juta ton, total stok beras yang akan dikelola Perum Bulog diperkirakan mencapai 7,2 hingga 7,3 juta ton.
“Dengan kondisi ini, cadangan beras pemerintah tetap terjaga dan swasembada pangan, khususnya beras, tetap bisa dijamin,” kata Sugeng.

