Adab Bercanda Menurut Islam

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Islam tidak melarang umat untuk bercanda atau melontarkan humor. Nabi Muhammad SAW pun terkadang melemparkan guyonan kepada orang di sekitarnya. Namun, syariat menggariskan adanya adab-adab bercanda dan batasan-batasan dalam konteks bergurau.

Seperti dijelaskan dalam buku berjudul Semua Ada Saatnya karya Syekh Mahmud al-Misri, salah satu adab atau etika bercanda adalah tidak boleh menjatuhkan orang lain dan tidak mengandung unsur dusta di dalamnya. Kemudian, seseorang juga tidak boleh sampai mencelakakan atau membahayakan nyawa orang lain.

Baca Juga
  • Anwar Ibrahim Tegaskan Hubungan Dagang Malaysia-Iran Kekal Meski Trump Berlakukan Sanksi Tarif
  • Akankah Internet dan AI Menggeser Peran Manusia? Ini Pandangan Pegiat Digital
  • Prabowo Cabut Izin PT Toba Pulp Lestari Tbk!

Rasulullah SAW bercanda, akan tetapi beliau hanya mengucapkan kebenaran. Nabi SAW bersabda, “Aku adalah penjamin rumah di surga bagi orang yang meninggalkan dusta, meskipun sedang bercanda" (HR Abu Dawud).

Rasulullah SAW juga memperingatkan umat agar mereka tidak berdusta hanya supaya orang di sekelilingnya tertawa. Nabi SAW bersabda, “Celakalah bagi orang yang bercerita sambal berdusta agar orang-orang (yang berada di sekelilingnya tertawa). Celakalah ia, celakalah ia” (HR Abu Dawud).

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Syekh Mahmud al-Misri menuturkan, candaan yang baik bertujuan untuk hiburan dan menenangkan jiwa, mempererat persahabatan, serta menjalin kasih sayang dalam pergaulan. Ambil contoh, Ibnu Sirin seorang imam dan ahli hadis. Ketika tiba waktu dhuha, ia pergi ke pasar Kota Bashrah. Di sana, ia mengucapkan salam kepada orang banyak, bercanda dengan mereka, dan menebarkan senyuman.

Karena itu, mereka menyukai Ibnu Sirin. Orang banyak mengikuti pengajiannya. "Sesungguhnya hati itu tidak suka kepada kekerasan, meskipun orang itu tertawa. Akan tetapi, hati menyukai canda dan gurauan dari orang lain," demikian petuah Syekh Mahmud al-Misri.

Adapun batasannya bercanda telah dijelaskan dalam kitab Al-Mirah fi Al-Mizah karya Badruddin Abul Barakat Muhammad al-Ghizzin. Dalam buku ini, dia menyebutkan, “Dianjurkan agar bercanda di antara para saudara-saudara dan teman-teman karena itu menghibur hati dan memudahkan tujuan kebaikan. Dengan syarat, tidak melontarkan suatu tuduhan, tidak menjatuhkan wibawa, tidak mengurangi kehormatan, tidak keji sehingga menyebabkan permusuhan dan menggerakkan sifat dengki.”

Di tempat lain, Badruddin Abul Barakat juga berkata, “Canda itu dicela apabila sampai pada tahap menjadi kebiasaan dan berlebihan.”

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Daftar Sekarang, Garuda Indonesia Perpanjang Pendaftaran Pengadaan Tas Koper Haji 2026
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Layanan Kesehatan Jiwa Diperluas, Kemenkes Susun Skema Berobat di Puskesmas
• 2 jam laludisway.id
thumb
Stok Nasional Tinggi, Mentan Tegaskan Kepri Tak Akan Kekurangan Beras
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Maroko laporkan walk out Senegal kepada FIFA
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Bolehkah Anak Pakai Obat Anti-Nyamuk Setiap Hari?
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.