Imbas Ketegangan Iran-AS Memanas, Harga Minyak Dunia Kini Terancam

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Dalam kurun waktu beberapa minggu ini, serangan Amerika Serikat (AS) ke negara Iran telah sukses memberikan dampak yang besar kepada dunia perekonomian global, terutama kepada harga minyak dunia.

Terkini, harga minyak mentah AS sendiri sudah turun hingga mencapai angka USD 59,16 per barel, sementara harga minyak Brent kini telah menjadi USD 63,95 per barel.

BACA JUGA:Debut Manis! Raymond/Nikolaus Langsung Tembus 16 Besar Indonesia Open 2026

BACA JUGA:Indonesia-Pakistan Pererat Kerja Sama di Bidang Kesehatan, Sistem Jaminan Kesehatan Nasional dan UHC Dipuji

Menanggapi kondisi ini, Ekonom sekaligus Pakar Kebijakan Publik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Achmad Nur Hidayat menyatakan bahwa gangguan terhadap ekspor Iran bukan hanya cerita tentang berkurangnya pasokan global, tetapi juga cerita tentang bagaimana importir besar menata ulang sumber pasokannya secara cepat, biasanya dengan membayar lebih mahal.

"Pasar tidak menunggu bukti penutupan total. Cukup ada insiden terhadap kapal, kenaikan premi asuransi, atau pengetatan keamanan yang memperlambat arus, biaya energi global ikut terdorong," ujar Achmad ketika dihubungi oleh Disway, pada Selasa (20/01).

BACA JUGA:Kemendagri Minta Nakes Aceh Bersabar Soal Ganti Rugi Rumah, Tunggu Validasi NIK Rampung

BACA JUGA:Benyamin Davnie Minta Oknum Guru Pelaku Pelecehan Seksual Siswa SD Dihukum Berat!

Lebih lanjut, Achmad juga turut menambahkan bahwa sebagai keran utama yang mengalirkan bahan bakar itu dari gudang ke dapur, Selat Hormuz sendiri memiliki dampak yang jauh melampaui angka produksi satu negara. 

Oleh karena itulah, estimasi internasional menempatkan Selat Hormuz sebagai jalur seperlima sampai seperempat perdagangan minyak global lewat laut, dan juga jalur yang sangat penting bagi perdagangan Liquified Natural Gas (LNG) dunia. 

"Ini artinya, gangguan terhadap ekspor Iran bukan hanya cerita tentang berkurangnya pasokan global, tetapi juga cerita tentang bagaimana importir besar menata ulang sumber pasokannya secara cepat, biasanya dengan membayar lebih mahal," pungkas Achmad.

Di sisi lain, Achmad menambahkan, Iran sendiri masih tetap relevan sebagai pemasok. Dalam hal ini, ekspor Iran dalam beberapa tahun terakhir sering disebut berada di kisaran lebih dari satu juta barel per hari, dengan porsi terbesar mengalir ke China. 

BACA JUGA:49 Sekolah Swasta Gratis di Kota Depok Program RSSG SMP-MTs, Pendaftaran Dibuka Juni 2026

BACA JUGA:Link CCTV Pantau Lalu Lintas Imbas Hujan Jakarta Hari Ini, Cek Kemacetan Jalan saat Pulang Kerja

Artinya, gangguan terhadap ekspor Iran bukan hanya cerita tentang berkurangnya pasokan global, tetapi juga cerita tentang bagaimana importir besar menata ulang sumber pasokannya secara cepat, biasanya dengan membayar lebih mahal.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polisi Pastikan Richard Lee Akan Penuhi Panggilan Pemeriksaan Lanjutan
• 4 jam lalukompas.com
thumb
MK Putuskan Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana, DPR Soroti Penguatan Perlindungan Pers
• 4 jam lalumerahputih.com
thumb
Dahlia Poland Pilih Berpisah dengan Anak Usai Cerai
• 21 jam lalueranasional.com
thumb
Baleg DPR: Dana Haji Bukan APBN dan Harus Kembali Utuh ke Jemaah
• 46 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
IHSG Berpotensi Menguat Hari Ini, Initip Analisa RATU, BUMI, hingga ADRO
• 13 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.