Bisnis.com, JAKARTA - Pelatih kepala Arsenal, Mikel Arteta berambisi mengalahkan Inter Milan untuk membalas kekalahannya di Liga Champions UEFA (UCL) musim lalu, sekaligus melanjutkan tren positif sebagai tim yang belum terkalahkan di fase grup.
Sekadar info, The Gunners sempat melawat ke Stadion Giuseppe Meazza, San Siro pada pertandingan ke-4 fase grup UCL musim 2024/25. Kala itu, Arsenal kalah karena penalti Hakan Calhanoglu di menit akhir babak pertama.
Lantas, Arsenal dan Inter sama-sama mengakhiri fase grup dengan koleksi 19 poin dari enam kali menang, satu seri, dan sekali kalah. Peringkat masing-masing pun bertetangga, yakni posisi ke-3 dan ke-4.
Pada akhirnya, keduanya sebenarnya sama-sama mencatatkan performa di fase gugur. Arsenal mengalahkan Real Madrid di perempat final, tapi kemudian gugur di semi final oleh Paris Saint-Germain (PSG). Sementara Nerazzurri berhasil lolos semi final setelah mengalahkan Barcelona, namun kalah telak dari PSG di partai final dengan skor 5–0.
"Tugas ini akan sulit, tapi melihat ke belakang, kami punya performa solid di situ [markas Inter]. Kami kalah hanya karena penalti, dan itu mengecewakan. Jadi kami akan melihat set-up mereka. Kami pun sudah punya gambaran apa saja yang harus dilakukan untuk menang, tinggal eksekusi kami harus lebih baik dari mereka," jelasnya dalam konferensi pers jelang laga, Selasa (20/1/2026).
Arteta pun mengaku target skuad asuhannya dalam laga ini adalah punya banyak peluang mencetak gol dan mendominasi permainan.
Baca Juga
- Dipecat Real Madrid, Ini 5 Fakta Unik Karier Xabi Alonso: Rival Abadi Mikel Arteta Hingga Diramal Jadi Pelatih Top
- Gagal Menang Lawan 10 Pemain Chelsea, Mikel Arteta Senewen
- Odegaard dan Saka Cedera, Arteta Bicara Soal Kedalaman Skuad Arsenal
Terlebih, Si Biru Hitam saat ini diasuh oleh pelatih yang sekaligus salah satu bek sayap legendaris klub, Cristian Chivu sejak awal musim ini. Alhasil, menurut Arteta, permainan rapat, pertahanan dalam, serta agresivitas tinggi ketika kehilangan bola kemungkinan masih akan menjadi ciri khas skuad tuan rumah.
"Setiap pelatih ingin memberikan identitas. Tapi ada parameter dan fase yang masih sama seperti pelatih sebelumnya. Chivu telah menegaskan cap permainannya, tapi juga menambah beberapa pemain bertahan apik seperti [Manuel] Akanji," tambahnya.
Adapun, laga ini akan sekaligus menjadi duel antara klub pemimpin klasemen sementara Serie A dengan Premier League musim ini, sekaligus duel klub dengan harga skuad paling mahal dari liga masing-masing.
Namun, skuad London Utara memiliki valuasi hingga dua kali lipat ketimbang skuad Inter. Tepatnya 1,31 miliar euro, utamanya berkat dua pemain bintang berlabel harga di atas 100 juta euro, Bukayo Saka dan Declan Rice.
Pemain elite dengan banderol fantastis dalam skuad Arsenal pun berjibun, mulai dari William Saliba, Martin Odegaard, Martin Zubimendi, Gabriel Magalhaes, Viktor Gyokeres, Jurrien Timber, Eberechi Eze, dan Kai Havertz.
Tak heran, dengan skuad elite dan kedalaman yang tinggi, Arsenal belum pernah kalah di 6 pertandingan fase grup UCL musim ini, sekaligus masih mampu mengikuti semua kompetisi piala domestik.
Sebaliknya, skuad Inter hanya punya valuasi 670,3 juta euro, dengan Sang Kapten, Lautaro Martinez sebagai pemain termahal dengan mahar 85 juta euro.
Deretan pemain mahal Inter lain yang berlabel harga di atas 50 juta euro hanya Alessandro Bastoni, Nicolo Barella, Marcus Thuram, dan Frederico Dimarco.



