KOMPAS.TV – Direktur Operasi Badan Pencarian dan Pertolongan atau search and rescue (SAR) Nasional, Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo menyerahkan, jenazah yang diduga korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung pada tim Disaster Victim Identification (DVI).
Penyerahan jenazah tersebut dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, pada Selasa (20/1/2026) malam sekitar pukul 22.40 Wita.
“Pada malam hari ini sekitar pukul 22.40 saya selaku direktur Basarnas menyerahkan korban, ini korban kedua yang kita temukan pada hari Minggu sore pukul 14.25 di kedalaman jurang 500 meter,” ucapnya dalam konferensi pers, Selasa, seperti dikutip dari Breaking News Kompas TV.
Baca Juga: Jenazah Terduga Korban Pesawat ATR 42-500 Tiba di Makassar, Dokpol Kerahkan Tim Identifikasi
“Jadi mungkin hampir dua hari lebih kita berusaha mengangkat korban ini ke puncak Gunung Bulusaraung, tadi pukul 17.15 jenazah baru bisa sampai di puncak,” tuturnya.
Ia kemudian menyampaikan kendala yang dihadapi dalam proses evakuasi jenazah tersebut, yakni kondisi medan dan cuaca yang ekstrem.
“Hampir dari sejak ditemukan sampai dengan tadi siang itu di medan hujan deras. Baru berhenti tadi dari lapangan informasi sekitar pukul 16.30,” jelasnya.
“Jadi ini korban kedua, di kedalaman lereng 500 meter di bawah, berhasil kita naikkan ke puncak tadi sampai di puncak Gunung Bulusaraung pada pukul 17.15, kemudian kita bawa jalan darat ke poskotis di Kampung Bulu, kemudian dari Bulu kita geser ke Polda,” bebernya.
Mengenai jenazah lain yang juga sudah ditemukan, ia berharap dapat secepatnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi.
“Sedangkan korban satunya yang kita temukan hari sebelumnya masih dalam proses, kendalanya juga sama, medan juga, kita berharap secepatnya bisa segera sampai ke rumah sakit untuk segera diidentifikasi,” tambahnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- kecelakaan pesawat
- korban pesawat jatuh
- basarnas
- pesawat jatuh
- pesawat atr 42 500


