MESKIPUN memiliki ukuran dan komposisi gas yang serupa, Jupiter dan Saturnus memiliki pola cuaca yang sangat kontras di wilayah kutub mereka. Sebuah studi terbaru dari para ilmuwan di Massachusetts Institute of Technology (MIT) kini berhasil mengungkap mengapa Jupiter memiliki delapan pusaran badai kecil, sementara Saturnus hanya memiliki satu pusaran raksasa berbentuk segi enam (heksagon).
Penelitian yang akan diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini memberikan petunjuk baru bagi para peneliti untuk mengintip jauh ke dalam interior planet-planet gas raksasa tersebut.
Kekerasan Gas Jadi KunciMelalui simulasi kompleks, tim peneliti menemukan konfigurasi pusaran badai sangat bergantung pada tingkat "kekerasan" atau kepadatan gas di dasar pusaran tersebut. Semakin "lembut" atau ringan gas di lapisan bawah, maka semakin kecil pusaran yang terbentuk, sehingga memungkinkan munculnya banyak badai sekaligus seperti yang terlihat di Jupiter.
Baca juga : Fenomena Langka! Parade Planet Terjadi pada 28 Februari 2025
"Studi kami menunjukkan tergantung pada sifat interior dan kelembutan bagian bawah pusaran, hal itu akan memengaruhi jenis pola cairan yang Anda amati di permukaan," kata anggota tim peneliti, Wanying Kang dari MIT, dalam sebuah pernyataan.
Kang menambahkan belum ada yang pernah menghubungkan pola cairan di permukaan dengan sifat interior planet-planet ini sebelumnya. "Salah satu skenario yang mungkin adalah Saturnus memiliki dasar yang lebih 'keras' daripada Jupiter," jelasnya.
Data dari Juno dan CassiniPara ilmuwan terinspirasi melakukan simulasi ini setelah melihat data visual dari dua misi luar angkasa besar. Wahana Juno telah memotret badai kutub Jupiter yang masing-masing berukuran lebar sekitar 4.800 kilometer sejak 2016. Di sisi lain, misi Cassini selama 13 tahun menunjukkan pusaran tunggal di kutub utara Saturnus memiliki lebar mencapai 29.000 kilometer.
Baca juga : Parade 6 Planet Menghiasi Langit Malam Januari 2025
Ketua tim peneliti, Jiaru Shi, menjelaskan misteri ini telah lama membingungkan para astronom. "Planet-planet ini berukuran hampir sama dan keduanya sebagian besar terbuat dari hidrogen dan helium. Tidak jelas mengapa pusaran kutub mereka sangat berbeda," ujarnya.
Mengintip Interior PlanetJika temuan ini akurat, hal itu mengimplikasikan Jupiter terdiri dari gas yang lebih lembut dan ringan, sementara Saturnus tampaknya terdiri dari material gas yang lebih berat.
"Apa yang kita lihat dari permukaan, pola cairan di Jupiter dan Saturnus, mungkin memberi tahu kita sesuatu tentang bagian dalamnya, seperti seberapa lembut bagian bawahnya," simpul Shi. Ia menambahkan bagian dalam Saturnus mungkin lebih kaya akan logam dan memiliki lebih banyak material yang dapat terkondensasi, yang memberikan stratifikasi atau lapisan yang lebih kuat daripada Jupiter.
Penemuan ini menjadi langkah penting dalam memahami evolusi dan struktur internal planet-planet gas raksasa di tata surya kita. (Space/Z-2)




