Otoritas Korea Selatan (Korsel) menggerebek kantor dan rumah tiga orang warga sipil atas dugaan mengirimkan drone ke Korea Utara (Korut). Perihal masalah drone ini diketahui menjadi perbincangan akhir-akhir ini.
"Tim investigasi gabungan militer-polisi sedang melaksanakan surat perintah penggeledahan dan penyitaan... di kediaman dan kantor tiga tersangka sipil sehubungan dengan insiden drone," kata Badan Kepolisian Nasional Korea dalam sebuah pernyataan singkat sebagaimana dilansir AFP, Rabu (21/1/2026).
Para penyidik berjanji untuk melakukan "penyelidikan menyeluruh sambil tetap membuka semua kemungkinan".
Salah satu pria yang ditangkap mengakui dirinya menerbangkan drone itu. Dari pengakuannya, hal itu dilakukan untuk mendeteksi tingkat radiasi dari fasilitas pengolahan uranium Pyongsan di Korea Utara.
"Saya menerbangkan drone untuk mengukur radiasi dan kontaminasi logam berat di sekitar pabrik pengolahan uranium di sana," kata pria tersebut, yang berinisial Oh.
Presiden Korsel, Lee Jae Myung, mengecam dugaan operasi drone yang dipimpin warga sipil tersebut. Dia menyebutnya sebagai "tindakan untuk memulai perang".
"Ini sama saja dengan menembak Korea Utara," katanya.
"Kita harus menghukum berat mereka yang bertanggung jawab agar hal ini tidak terulang," imbuhnya.
(zap/yld)





