Pada akhir pekan yang baru saja berlalu, berbagai kota di Kanada menggelar aksi unjuk rasa dan pawai untuk mendukung perjuangan rakyat Iran, sekaligus menyerukan penggulingan pemerintahan diktator Ayatollah Khamenei.
EtIndonesia. Lebih dari sepuluh ribu orang berkumpul di pusat kota Toronto, Vancouver, dan sejumlah kota lainnya di Kanada untuk memprotes pemblokiran internet oleh pemerintah Iran serta pembantaian terhadap warga yang melakukan protes di berbagai wilayah Iran.
“Saat ini jalanan di Iran dipenuhi darah, jumlah korban tewas tak terhitung. Yang lebih mengejutkan, pemerintah bahkan meminta uang kepada keluarga korban sebelum mau mengembalikan jenazah,” kata warga keturunan Iran di Toronto, Nozhan.
Warga keturunan Iran di Vancouver, Fatima Jafari, berkata: “Seluruh keluarga saya berada di Iran. Saya sudah lebih dari satu minggu tidak bisa menghubungi mereka.”
Warga keturunan Iran di Vancouver lainnya Arvin Sanaei, mengatakan: “Kami membutuhkan bantuan dari seluruh dunia untuk membantu kami keluar dari rezim ini. Rezim ini mendukung terorisme dan mengekspor aksi teror ke seluruh dunia.”
Para peserta aksi mengecam rezim diktator yang melakukan penindasan berdarah terhadap para pengunjuk rasa di dalam negeri. Mereka menuntut diakhirinya kekerasan dan penganiayaan, serta menyerukan perhatian komunitas internasional. Mereka menuntut penggulingan rezim yang berkuasa saat ini dan menyerukan agar Putra Mahkota Reza Pahlavi, yang telah hidup di pengasingan di Amerika Serikat selama 47 tahun, kembali ke Iran.
Warga keturunan Iran di Vancouver, Kian Kamyabi, mengatakan: “Kami berkumpul di sini untuk menyuarakan aspirasi rakyat Iran. Kami ingin merebut kembali martabat kami, sejarah dan warisan kami. Kami juga sudah muak disandera oleh rezim Islam.”
Penyelenggara kegiatan di Vancouver, Pouria Mahmoudi, menyampaikan: “Saudara-saudari kami, kalian tidak sendirian. Kita berjuang bersama, bahu-membahu. Tetaplah kuat.”
Ketua Budaya Iran di Tri-Cities Vancouver, Behzad Abdi, mengatakan: “Mereka (masyarakat internasional) bisa mengusir duta besar Iran dan menutup kedutaan mereka. Rakyat Iran mendambakan kebebasan, dan kebebasan itu pasti akan segera datang.”
Ribuan warga keturunan Iran berkumpul dan berparade di jalan-jalan pusat kota, sambil mengibarkan bendera Singa dan Matahari dari masa pemerintahan Iran di pengasingan, untuk menyatakan solidaritas kepada rakyat Iran yang masih berjuang demi kebebasan di dalam negeri.
Warga keturunan Iran di Toronto, Naryam, mengatakan: “Kami akan berjuang sampai akhir, karena pada saat ini juga, warga yang berani masih dibunuh di jalanan.”
Para peserta aksi menyerukan kepada pemerintah di berbagai negara agar segera mengambil tindakan dan membantu rakyat Iran yang tengah memperjuangkan kebebasan dan hak asasi manusia dasar.
Warga keturunan Iran di Toronto, Shahaa, mengatakan: “Kami berharap semua orang memiliki tempat yang aman, dan kami mendambakan perdamaian bagi semua.”
Warga Kanada dari berbagai latar belakang etnis juga turut bergabung untuk mendukung rakyat Iran, berharap mereka dapat segera menggulingkan rezim diktator dan memperoleh kebebasan serta hak asasi manusia.
Warga Hong Kong di Vancouver, Ken, mengatakan: “Melihat mereka dibantai membuat saya sangat sedih, rasanya seperti melihat para mahasiswa Tiananmen pada peristiwa 4 Juni.”
Warga Hong Kong di Vancouver, Christine, mengatakan: “Saya berharap semua rezim totaliter tumbang. Orang Hong Kong akan terus berdiri bersama rakyat Iran.”
Laporan wawancara oleh tim reporter New Tang Dynasty Television Kanada



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F12%2F18%2Fe98c2cfa0db7afd3077af8887ab395e4-20251218PRI16HR.jpg)
