China Umumkan Kebijakan Fiskal Lebih Proaktif di 2026, Fokus pada Konsumsi, Investasi, dan Perlindungan Sosial

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah China akan terus menerapkan kebijakan fiskal yang lebih proaktif pada tahun 2026 dengan pendekatan yang menekankan perluasan, efisiensi, dan keberlanjutan, sebagaimana diumumkan oleh Wakil Menteri Keuangan China, Liao Min, dalam konferensi pers di Kantor Informasi Dewan Negara pada Selasa, 20 Januari 2026.

Liao menyampaikan bahwa kebijakan fiskal 2026 dirangkum dalam empat pendekatan utama, yakni "memperluas volume total, mengoptimalkan struktur, meningkatkan efisiensi, dan memperkuat momentum."

Dukungan Konsisten untuk Sektor Penting dan Stabilitas Fiskal

Liao menegaskan bahwa defisit fiskal, total utang, dan pengeluaran keseluruhan China akan tetap dijaga pada tingkat yang wajar sepanjang 2026.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan intensitas pengeluaran secara konsisten dan memberikan dukungan jangka panjang terhadap sektor-sektor strategis.

Peningkatan belanja fiskal yang melebihi tingkat proaktif tahun 2025 mencerminkan komitmen kuat pemerintah untuk memperkuat ekonomi nasional sekaligus memastikan keberlanjutan fiskal dalam jangka menengah dan panjang.

China juga akan melakukan realokasi anggaran dengan mengurangi pengeluaran yang dianggap tidak efisien dan tidak efektif.

Sumber daya fiskal akan dialihkan untuk mendorong konsumsi, investasi pada pengembangan modal manusia, penguatan sistem kesejahteraan sosial, serta peningkatan pendapatan rumah tangga melalui berbagai saluran.

Alokasi Obligasi Jangka Panjang dan Stabilitas Ekonomi

Pemerintah China pada tahun 2026 akan terus mengalokasikan obligasi pemerintah jangka panjang (treasury bonds) untuk mendukung strategi nasional prioritas, termasuk penguatan kapasitas keamanan strategis, peningkatan peralatan berskala besar, dan program tukar tambah barang konsumsi.

Selain itu, Kementerian Keuangan akan memberi dukungan konkret terhadap stabilitas lapangan kerja, dunia usaha, pasar, dan ekspektasi ekonomi secara keseluruhan.

Kebijakan ini diarahkan untuk memastikan awal yang solid dalam pelaksanaan Rencana Lima Tahun ke-15.

Pada 2025, China diketahui telah memperkuat penyesuaian kontra-siklus secara signifikan dengan menetapkan rasio defisit terhadap PDB sekitar 4 persen, naik satu poin dibanding tahun sebelumnya.

Meskipun terjadi peningkatan skala fiskal, rasio utang pemerintah terhadap PDB masih tetap relatif rendah dan berada jauh di bawah rata-rata negara-negara anggota G20.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BPS Wanti-Wanti Lonjakan Harga Pangan Jelang Ramadan
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Pramono: Soal Superflu Alhamdulilah Sampai Hari ini Belum Ada yang Kena, Mudah-Mudahan Enggak
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Fakta-Fakta Guru SMK Diduga Dikeroyok Siswanya di Jambi, Berujung Saling Lapor Polisi
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
MRT Jakarta Targetkan 50 Juta Pelanggan pada 2026 dengan Pembangunan Fase 2
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Serius Bangun Industri Musik Indonesia, Tesis Anang Hermansyah Siap Dibawa ke Negara
• 2 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.