Dugaan Pelecehan Guru SD di Tangsel: Dari Beri Uang Jajan hingga Foto di Medsos

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Seorang guru sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berinisial YP (55) diduga melakukan pelecehan seksual terhadap belasan siswanya.

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari orangtua korban. YP diduga melakukan perbuatannya sejak 2023 hingga Januari 2026 dengan modus memberikan uang jajan kepada korban.

Selain itu, pelaku juga diduga mendokumentasikan korban dan mengunggahnya ke media sosial.

Baca juga: Orangtua Murid Korban Pelecehan Guru SD di Tangsel Enggan Lapor karena Malu

Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Wira Graha Setiawan mengatakan, laporan pertama diterima polisi pada Minggu (19/1/2026) sore. Tak butuh waktu lama, terduga pelaku langsung ditangkap pada hari yang sama.

"Benar, pada tanggal 19 Januari 2026 kami menerima laporan polisi terkait dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak. Sekitar pukul 19.00 WIB, terduga pelaku sudah kami amankan," ujar Wira saat ditemui di Mapolres Tangsel, Serpong, Selasa (20/1/2026).

Korban bertambah

Dalam laporan awal, tercatat ada sembilan korban dalam kasus tersebut. Namun, dari hasil pendalaman, jumlah korban bertambah menjadi 16 orang.

"Dari hasil pemeriksaan kita mengidentifikasi terdapat 16 korban. Untuk sementara korban yang teridentifikasi adalah laki-laki," kata dia.

Sejauh ini, polisi telah memeriksa 16 saksi yang terdiri dari para korban, orangtua korban, pihak sekolah, serta Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA).

Korban diberikan uang jajan

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, seluruh dugaan peristiwa pelecehan terjadi di lingkungan sekolah. Seluruh korban juga berasal dari satu sekolah yang sama di wilayah Tangsel.

Baca juga: Pasar Cipadu Dulu Berjaya, Kini Pelanggannya Hilang Entah ke Mana

Meski tidak ada iming-iming secara langsung sebelum kejadian, YP disebut memberikan uang jajan kepada korban setelah melakukan perbuatannya.

"Kalau diimingi-imingi secara eksplisit tidak, namun memang dari terduga pelaku ini setelah melakukan pelecehan, pelaku memberikan uang jajan sekitar dari Rp 5.000 hingga Rp 10.000," kata Wira.

Foto Anak di Media Sosial, Polisi Lakukan Penguncian Akun

Polisi menyita satu unit handphone milik YP yang diduga digunakan untuk mendokumentasikan korban.

Selain itu, penyidik turut mengamankan akun media sosial YP yang berisi foto-foto anak.

"Sudah lakukan penyitaan terhadap media sosial terduga pelaku, di mana media sosial ini memposting beberapa foto-foto anak-anak. Kita lakukan penyitaan, kita lakukan penguncian terhadap media sosial untuk kepentingan anak," jelas Wira.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kini, pihaknya masih mendalami akun tersebut, apakah anak-anak dalam foto tersebut merupakan korban atau tidak.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Istana Sampaikan Duka Cita Kecelakaan Pesawat ATR dan Bencana di Sejumlah Daerah
• 12 jam laluokezone.com
thumb
RUU Hukum Acara Perdata Disepakati Jadi Usul Inisiatif DPR
• 5 jam laludetik.com
thumb
Di Hadapan Akademisi Inggris, Presiden Prabowo Pamerkan Pembangunan Sekolah Rakyat
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Izin Impor Skrap Tertunda, Produksi Industri Aluminium Terganggu
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Mau Gugat UMP Jakarta ke PTUN, Serikat Buruh Masih Tunggu Surat Pramono
• 16 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.