Tekanan Angin Ban Kurang Jadi Biang Kerok Pecah Ban, Ini Penjelasan!

medcom.id
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Risiko pecah ban mobil yang membuat telapak ban terlepas saat berkendara bukan sekadar isu kualitas produk. Faktor perawatan yang abai, terutama soal tekanan udara ban, justru menjadi pemicu utama terjadinya insiden berbahaya di jalan.
 
Technical Leader Aftersales Auto2000, Aries Budiarto mengatakan bahwa tekanan udara ban yang kurang merupakan pemicu utama pecah ban. Kejadian ini tergolong sangat berbahaya dan dapat memicu kecelakaan di jalan.
 
"Ban merupakan salah satu komponen penting yang membutuhkan perawatan secara berkala. Paling sederhana namun krusial adalah menjaga tekanan udara ban sesuai rekomendasi pabrik,” kata Aries Budiarto, melalui keterangan resminya.

Tekanan udara ban yang sesuai spesifikasi berfungsi menjaga bidang kontak telapak ban tetap optimal sehingga daya cengkeram ke permukaan jalan selalu terjaga. Selain itu, tekanan udara yang ideal membantu dinding ban menopang bobot kendaraan, meredam gaya akibat gerakan ban, serta menjaga performa saat mobil melaju. Baca Juga:
Pulang Kerja Naik Mobil, Inget Jalanan Ganjil Genap di Jakarta Dampak Ban Mobil Kempis Aries mengungkapkan ada sejumlah risiko serius apabila tekanan udara ban dibiarkan kurang dari standar. 1. Area Kontak Ban Berlebih dan Tidak Merata Saat ban kempis, bidang kontak dengan aspal menjadi tidak ideal dan cenderung hanya bertumpu pada sisi luar dan dalam telapak ban. Kondisi ini membuat ban cepat aus di bagian pinggir dan memengaruhi stabilitas kendaraan karena daya cengkeram menjadi tidak seimbang. 2. Dinding Ban Bergerak Berlebihan Tekanan udara rendah membuat dinding ban bekerja lebih keras dan bergerak naik-turun secara ekstrem. Dampaknya, kenyamanan berkendara menurun dan pengendalian mobil terasa lebih sulit, terutama saat akselerasi, pengereman, maupun menikung. Mobil juga cenderung menarik ke sisi ban yang kempis. 3. Risiko Ban Lepas atau Pecah Tanpa Disadari Dalam kondisi ekstrem, ban yang terlalu lentur bisa membuat anyaman kawat baja dinding ban rusak. Bahkan, ban bisa terlepas dari pelek atau pecah akibat bibir pelek menyayat dinding ban saat terjadi defleksi, terutama ketika mobil membawa muatan penuh dan menempuh perjalanan jauh. Baca Juga:
Royal Alloy JPS 245 Darwinbro Dibanderol Sampai Ratusan Juta Cara Mencegah Ban Pecah Selain itu, Aries juga membagikan sejumlah langkah preventif agar ban tetap aman dan andal digunakan. 1. Jaga Tekanan Udara Ban Tekanan udara ban sesuai rekomendasi Toyota dapat dilihat pada stiker di pilar B sisi pengemudi atau buku manual kendaraan. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada pagi hari saat suhu masih dingin agar hasil lebih akurat. Idealnya, pengecekan dilakukan minimal satu kali dalam sepekan. 2. Perhatikan Kondisi Fisik Ban Selain tekanan udara, pemilik kendaraan juga perlu memastikan ketebalan telapak ban masih di atas Tire Wear Indicator (TWI), tidak ada benjol atau sobek pada dinding ban, serta tutup pentil terpasang dengan baik. 3. Mengemudi dengan Aman Gaya berkendara agresif, seperti akselerasi mendadak, pengereman keras, serta menerjang lubang atau polisi tidur dengan kecepatan tinggi, dapat mempercepat kerusakan ban. 4. Ganti Ban Sesuai Spesifikasi Standar Penggunaan ban dengan spesifikasi di luar standar pabrikan berisiko menurunkan kenyamanan dan keselamatan berkendara. Spesifikasi ban telah disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan kendaraan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mantan Bos Pertamina di Sidang Sebut Semua Bensin Lewati Proses Pencampuran
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Perry Warjiyo Buka Suara soal Tiga Nama Calon Deputi Gubernur BI
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Jejak Sejarah Skema Ponzi, Modus Penipuan Abad ke-19 yang Masih Makan Korban di Era Modern
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Bursa Transfer Thomas Djiwandono-Juda Agung Perkeruh Kredibilitas BI
• 7 jam lalukompas.id
thumb
Orang Tua Perlu Lakukan Ini untuk Lindungi Anak dari Hoaks AI
• 16 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.