MAKASSAR, KOMPAS.TV - Kabiddokkes Polda Sulsel Kombes Muhammad Haris membacakan hasil identifikasi jenazah korban pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) pekan lalu.
"Jenazah dengan nomor postmortem 62B.01 cocok dengan antemortem nomor AM004 teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibosono, jenis kelamin perempuan, umur 33 tahun," kata Haris dalam konferensi pers di Posko DVI Polda Sulsel, Rabu (21/1/2026), dipantau dari Breaking News KompasTV.
Ia mengatakan korban berhasil teridentifikasi melalui sidik jari, data gigi, properti, dan ciri medis.
Haris mengungkap korban atas nama Florencia tersebut beralamat di Pulogadung, Jakarta Timur.
Ia menjelaskan, identifikasi korban tersebut dilakukan oleh tim gabungan dari tim DVI Biddokkes Polda Sulsel, didukung tim DVI Pusdokkes Polri, tim Pusident Polri, dan Departemen Forensik dan Medikolegal Fakulatas Kedokteran Unhas.
Baca Juga: Pencarian Korban Pesawat Hilang Kontak di Sulsel: Tim SAR Fokus di 5 Titik, Terbangkan Drone Thermal
Kompas.tv sebelumnya memberitakan, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dinyatakan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung di daerah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, Sulsel saat hendak mendarat di Bandara Hasanuddin pada Sabtu (17/1/2026) siang.
Pesawat ini ditumpangi 10 orang yang terdiri atas 7 kru pesawat dan 3 penumpang. Ketiga penumpang merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bernama Ferry Irawan yang berpangkat penata muda tingkat I dengan jabatan analis kapal pengawas.
Selanjutnya, Deden Mulyana berpangkat penata muda tingkat I dengan jabatan pengelola barang milik negara dan Yoga Naufal dengan jabatannya sebagai operator foto udara.
Sedangkan kru pesawat ada tujuh persons on board (POB) dengan pilot Kapten Andi Dahananto.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV, Antara
- korban pesawat
- korban pesawat hilang kontak
- pesawat hilang kontak
- pesawat hilang kontak di sulsel
- sulsel





