Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mendatangi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (21/1). Ara akan berkonsultasi tentang penggunaan lahan Meikarta untuk rusun subsidi.
"Betul, hari ini terjadwal Pimpinan KPK menerima audiensi Pak Menteri PKP bersama jajaran," kata juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan.
"Di antaranya akan membahas pemanfaatan lahan Meikarta yang rencananya digunakan untuk Rusun Bersubsidi," jelas dia.
Budi mengungkapkan, KPK akan mendukung inisiatif dari Kementerian PKP terkait penggunaan lahan tersebut.
"KPK tentunya mendukung inisiatif positif ini, agar kita bisa memitigasi risiko korupsi dengan mengoptimalkan aspek pencegahan serta fungsi koordinasi supervisi KPK. Sehingga pemanfaatkan aset untuk kemaslahatan masyarakat menjadi lebih nyata dan optimal," ucapnya.
Sebelumnya, pemerintah memastikan rencana pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, akan direalisasikan pada tahun ini.
Proyek ini disebut menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperluas akses hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya di wilayah perkotaan dan kawasan industri.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar 'Ara' Sirait, mengatakan rencana pembangunan rusun subsidi di Meikarta telah memasuki tahap awal pelaksanaan.
"Pak James [Lippo Group] ini bicara sama saya langsung dengan Pak Hashim dan Bapak Presiden (Prabowo Subianto). Rencana tahun ini sudah akan dimulai rumah susun yang akan dibangun buat rakyat di Meikarta," kata Ara dalam konferensi pers di Kementerian PKP, Jakarta, Kamis (15/1).
Ara menjelaskan, lahan untuk pembangunan rusun subsidi tersebut sudah disiapkan. Ia menilai kawasan Meikarta dan sekitarnya memiliki tingkat kebutuhan hunian yang sangat tinggi, terutama dari kalangan pekerja yang beraktivitas di kawasan industri Cikarang dan sekitarnya.



