Liga Champions 2025/2026 kembali menjadi panggung bagi Arsenal untuk menunjukkan taring. Kali ini, mereka sukses menaklukkan raksasa Italia, Inter Milan, dengan skor telak 3-1. Pertandingan yang digelar di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu dini hari WIB (21/1/2026), berlangsung panas dan penuh intensitas.
Awal yang Cepat dan Perlawanan SengitArsenal langsung menancapkan dominasi lebih dulu. Baru sepuluh menit berjalan, Gabriel Jesus sudah membobol gawang tuan rumah. Kerja sama apiknya dengan Jurrien Timber berbuah manis. Namun, Inter Milan tak tinggal diam. Mereka membalas dengan cepat, lewat gol Petar Sucic di menit ke-18. Kedudukan pun kembali seimbang.
Babak pertama berjalan alot. Kedua tim saling serang, menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun begitu, menjelang turun minum, Arsenal kembali unggul. Lagi-lagi Gabriel Jesus yang menjadi eksekutor. Golnya membawa The Gunners memimpin 2-1.
Kemenangan yang Dipastikan di Menit AkhirSepanjang babak kedua, Inter Milan terus mendesak. Mereka berupaya keras mencari gol penyama kedudukan. Tekanan demi tekanan dilancarkan, tapi pertahanan Arsenal terlihat solid dan terorganisir dengan baik. Alih-alih tertahan, justru Arsenal yang memberi pukulan pamungkas.
Di menit ke-84, Viktor Gyokeres sukses memanfaatkan umpan matang dari Bukayo Saka. Gol ketiga itu praktis mengubur harapan Inter dan mengamankan tiga poin untuk kunjungan Arsenal ke San Siro. Skor 3-1 pun bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Catatan Bersejarah dan Pengakuan Sang PahlawanKemenangan ini bukan sekadar tiga poin biasa. Ini adalah kemenangan ketujuh beruntun Arsenal di Liga Champions musim ini. Sebuah rekor baru yang belum pernah tercapai sepanjang sejarah klub. Posisi mereka di puncak klasemen Grup juga semakin tak tergoyahkan, dengan koleksi sempurna 21 poin.
Usai laga, sorotan tertuju pada Gabriel Jesus, pencetak dua gol kemenangan. Dengan mata berbinar, sang striker mengungkapkan perasaannya.
“Ini adalah malam yang seperti mimpi. Saya selalu bermimpi menjadi pemain sepak bola. Saya menontonnya sejak kecil,” tuturnya. “Saya sering menonton Serie A, jadi berada di stadion ini dan mencetak gol di sini membuat saya berlinang air mata karena saya selalu bermimpi berada di sini,” lanjut Jesus, tak menyembunyikan kebahagiaannya.
Bagi Jesus, mencetak gol di Giuseppe Meazza adalah impian masa kecil yang jadi kenyataan. Dan bagi Arsenal, malam ini adalah bukti nyata ambisi mereka di pentas Eropa. Mereka bukan sekadar peserta, tapi penantang serius. Posisi dua besar sudah aman, namun The Gunners jelas menginginkan lebih. Momentum positif ini harus dijaga.



