JAKARTA, DISWAY.ID – Tak berselang lama take off, Air Force One putar balik ke DC akibat permasalahan elektrik pada Selasa malam 21 Januari 2026.
Rencananya perjalanan yang dilakukan pada malam hari itu Presiden Amerika, Donald Trump akan mendatangi acara World Economic Forum yang digelar di kota Davos, Swedia.
Karoline Leavitt selaku Sekretaris pers Gedung Putih menyampaikan bahwa keputusan Air Force One putar balik dibuat setelah lepas landas ketika awak pesawat menemukan masalah elektrik kecil.
Untuk berjaga-jaga serta demi keselamatan penerbangan, Air Force One yang membawa Trump memutuskan putar balik ke Wahshinton DC.
BACA JUGA:Piala Dunia FIFA 2026 Makin Dekat, Donald Trump Beri 'Tantangan Besar' ke Tim Peserta
BACA JUGA:Denmark Jawab Ancaman Tarif Trump: Kami Berkomitmen untuk Menegakkan Kedaulatan Kami
Dengan kondisi ini, Trump akhirnya menaiki pesawat untuk melanjutkan perjalanannya ke Davos.
Air Force One merupakan pesawat lansiran Boeing VC-25, versi militer khusus dari pesawat Boeing 747.
Rencananya pesawat ini akan digantikan pada tahun 2028 oleh dua pesawat 747-8 yang lebih baru dan dimodifikasi yang diperkirakan menelan biaya lebih dari 5 miliar dolar AS.
Dikabarkan akibat insiden ini, Trump mempertimbangkan untuk menggunakan pesawat 747-8 lain, yang diberikan kepadanya oleh pemerintah Qatar, sebagai Air Force One.
Adapun kedatangan Trump ke World Economic Forum tak lepas dari isu pengambil alihan Greenland.
BACA JUGA:Sudewo Ngaku Dikorbankan, Bantah Lakukan Pemerasan Pengisian Jabatan Perangkat Desa
BACA JUGA:Pramugari Florencia Lolita Wibisono Teridentifikasi Korban Pesawat ATR 42-500, Sidik Jari Cocok
Isu ini juga menjadi pembahasan panas oleh para pemimpin negara Eropa.
Trump beberapa waktu juga terus mengungkapkan keinginanya untuk menguasai Greenland, bahkan berani membeli wilayah itu dari Denmark.
- 1
- 2
- »





