Respons Chery Indonesia Soal Pabrik Vietnam yang Beroperasi Duluan

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

PT Chery Sales Indonesia (CSI) angkat bicara soal keputusan pabrikan membuka fasilitas produksi di Vietnam lebih dulu ketimbang Indonesia. Isu tersebut sempat menjadi sorotan menyusul diumumkannya investasi besar Chery di negara tersebut.

“Jadi, untuk public running, itu setiap negara, kita ada manajemen sendiri-sendiri. Jadi, kita tidak ada pilihan harus ini dulu, baru ini,” kata President Director Chery Group Indonesia, Zheng Shuo disela-sela pembukaan diler Lepas di Kelapa Gading, Senin (19/1).

Menurut Chery, keputusan operasional di tiap negara ditentukan oleh kebutuhan dan kesiapan masing-masing pasar. Tidak ada skema prioritas antarnegara dalam menjalankan produksi regional.

“Jadi, tidak ada servisnya siapa running pertama, siapa running kedua, ini lebih keperluan setiap negara juga,” ujar Zheng.

Saat ini, Chery secara global terus meningkatkan kapasitas produksi dengan memaksimalkan fasilitas yang sudah ada. Pabrikan juga tengah melakukan ekspansi sumber daya manusia untuk mengejar target produksi bulanan.

“Dari Chery, kita produksinya secara general lagi mencapai 3.000 sampai 5.000 unit setiap bulan pakai kapasitas yang sekarang. Kita juga lagi create new jobs, dari single shift sampai double shift,” lanjutnya.

Vietnam menjadi salah satu fokus investasi besar Chery di kawasan Asia Tenggara. Negara tersebut dipilih sebagai lokasi pembangunan pabrik baru dengan skala produksi besar.

“Investasi dan kapasitas produksi kami di Vietnam merupakan yang terbesar di antara negara-negara ASEAN. Kami sedang membangun pabrik yang benar-benar baru di sini,” ujar Direktur Jenderal Operasional Chery Vietnam untuk Omoda dan Jaecoo, Simon Liu.

Sebagai catatan, Chery menggelontorkan investasi senilai USD 800 juta atau setara Rp 13,3 triliun untuk fasilitas di Vietnam. Pabrik tersebut dirancang memiliki kapasitas maksimal hingga 200 ribu unit per tahun.

Progres pembangunan pabrik Chery di Indonesia

Sementara itu, rencana pembangunan pabrik Chery di Indonesia tetap berjalan sesuai peta jalan perusahaan. Tahap awal dijadwalkan dimulai dalam waktu dekat.

“Soal pabrik di Indonesia, kita akan mulai tahun 2026. Rencananya kita akan mulai groundbreaking,” ungkap Zheng.

Setelah fase awal tersebut, Chery menargetkan proses produksi di fasilitas Indonesia bisa segera menyusul. Pabrik baru di Tanah Air diproyeksikan mulai beroperasi penuh dalam beberapa tahun ke depan.

“Jadi waktunya tepat, nanti setelah kita sudah settle down semua, kita pasti akan groundbreaking di tahun ini. Rencananya dari 2027 sudah bisa mulai di factory baru kita,” tutupnya.

Saat ini, PT CSI masih bekerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor (HIM). Beberapa model Chery dan sub brand seperti Jaecoo masih diproduksi di fasilitas tersebut.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menaker Bakal Evaluasi Program Magang Nasional Kalau Sudah Berjalan 4 Bulan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Tiga Sekolah Rakyat 3T Beroperasi di Kepri
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tanggul Sungai Citarum Jebol, 2 Desa Kebanjiran
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
DPRD DKI Dukung Rute Baru Transjabodetabek untuk Kurangi Macet Jakarta
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Menu MBG saat Puasa: Makanan Lokal hingga Buah-buahan
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.