Korea Utara (Korut) disebut sedang memproduksi material nuklir yang cukup untuk merakit hingga 20 senjata nuklir setiap tahunnya. Pyongyang juga terus mengembangkan rudal balistik antarbenua (ICBM) yang mampu untuk menyerang daratan Amerika Serikat (AS).
Informasi tersebut, seperti dilansir AFP, Rabu (21/1/2026), diungkapkan oleh Presiden Korea Selatan (Korsel) Lee Jae Myung saat berbicara kepada wartawan dalam konferensi pers Tahun Baru pada Rabu (21/1) waktu setempat.
"Bahkan sekarang, material nuklir yang cukup untuk memproduksi 10 hingga 20 senjata nuklir per tahun sedang diproduksi (di Korut)," ujar Lee dalam pernyataannya.
Pada saat yang sama, sebut Lee, Korut terus meningkatkan teknologi rudal balistik jarak jauh yang ditujukan untuk menyerang daratan AS.
"Pada suatu titik, Korea Utara akan mengamankan persenjataan nuklir yang mereka yakini dibutuhkan untuk mempertahankan rezimnya, bersama dengan kemampuan ICBM yang mampu mengancam tidak hanya Amerika Serikat, tetapi juga dunia yang lebih luas," kata Lee, merujuk pada singkatan untuk rudal balistik antarbenua.
"Dan begitu ada kelebihan, itu akan dikirimkan ke luar negeri -- melampaui perbatasannya. Bahaya global kemudian akan muncul," sebutnya.
Lebih lanjut, Lee mengatakan bahwa pendekatan pragmatis diperlukan dalam menangani masalah nuklir Korut.
"Penghentian produksi material nuklir dan pengembangan ICBM, serta penghentian ekspor ke luar negeri, juga akan menguntungkan," cetusnya.
(nvc/ita)



