Breaking! Bank Indonesia Tahan BI Rate Tetap 4,75% di RDG Januari 2026

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI Rate pada level 4,75% di tengah tekanan pada nilai tukar rupiah.

Sebagai informasi, berdasarkan data Bloomberg rupiah ditutup melemah tipis 0,01% atau 68 poin ke level Rp16.956 per dolar AS pada Selasa (20/1/2026). Adapun pada saat bersamaan, indeks dolar AS juga melemah 0,74% ke level 98,66.

"Rapat Dewan Gubernur BI pada 20 dan 21 Januari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75%," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Januari 2026, Rabu (21/1/2026).

Adapun, konsensus ekonom sebelumnya memproyeksikan BI akan mempertahankan suku bunga kebijakan alias BI Rate di level 4,75% dalam pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi Januari 2026 pada Rabu (12/1/2026).

Survei Bloomberg menunjukkan sebanyak 30 dari 30 ekonom memperkirakan BI akan menahan suku bunga. Artinya, semua ekonom mempunyai proyeksi bulat bahwa bank sentral belum akan mengubah BI Rate pada bulan pertama 2026.

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. (BNLI) Josua Pardede merupakan salah satu ekonom yang menilai BI akan menahan suku bunga acuan.

Dia menilai keputusan tersebut merupakan langkah paling realistis di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang masih cukup kuat, serta tingginya sensitivitas pasar terhadap isu-isu kesinambungan fiskal.

Menurutnya, stabilitas nilai tukar dan pengelolaan ekspektasi inflasi masih menjadi prioritas utama otoritas moneter dalam jangka pendek.

"Saya memperkirakan BI akan menahan BI Rate di 4,75%, karena tekanan pada rupiah masih kuat dan pasar sedang sensitif terhadap kekhawatiran fiskal," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (20/1/2026).

Kendati ruang pemangkasan suku bunga dinilai belum terbuka lebar, Josua menyarankan strategi lain apabila BI berencana memberikan dorongan tambahan bagi pertumbuhan dan penyaluran kredit.

Menurutnya, di tengah kondisi rupiah yang masih rapuh, jalur yang lebih aman adalah melalui pelonggaran likuiditas dan penurunan biaya dana jangka pendek tanpa mengubah BI Rate.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menangis di Kaki Buddha: Jeritan Sunyi Rakyat Tiongkok Menjelang Imlek
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
Prihatin Gunung Ciremai Gundul Akibat Penambangan, Dedi Mulyadi Tawarkan Penambang Digaji untuk Jadi Ini
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Awal 2026, BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Rumah Ambruk Diterjang Air Bah, Ibu dan Balitanya di Bali Hilang Terbawa Arus
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Peredaran Senjata Api Ilegal di Jakarta Terbongkar, Polisi Ungkap Home Industry dan Amankan 20 Pucuk Senjata
• 17 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.