KBRI Phnom Penh Bantu 1.440 WNI yang Keluar dari Sindikat Online Scam Kamboja

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh menerima kedatangan ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang keluar dari sindikat penipuan daring.

KBRI Phnom Penh Bantu 1.440 WNI yang Keluar dari Sindikat Online Scam Kamboja. (Foto: Kemlu)

IDXChannel - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh menerima kedatangan ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang keluar dari sindikat penipuan daring (online scam) di berbagai provinsi di Kamboja.

Selama periode 16-20 Januari 2026, pihak KBRI telah menerima kedatangan 1.440 WNI. 

Baca Juga:
Diiming-imingi Gaji Rp9 Juta, Jadi Alasan Sembilan Pekerja Migran Indonesia Nekat Terbang ke Kamboja

Gelombang kedatangan terbesar terjadi pada Senin. Jumlahnya mencapai 520 WNI dalam satu hari. 

"Angka ini cukup fantastis, bila menimbang KBRI menangani 5.008 kasus sepanjang 2025," kata KBRI Phnom Penh dalam pernyataannya, dikutip pada Rabu (21/1/2026).

Baca Juga:
Thailand-Kamboja Kembali Gencatan Senjata, China Sambut Baik

Memperhatikan tren penindakan oleh aparat hukum setempat, diprediksi bahwa arus kedatangan WNI masih akan berlanjut untuk beberapa waktu ke depan. Permasalahan utama dari para WNI ini adalah tidak memegang paspor dan menetap di Kamboja tanpa perizinan keimigrasian yang valid.

Proses pendataan dan asesmen terus dilakukan terhadap WNI yang melapor ke KBRI. Telah dimulai pembuatan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) secara masif bagi para WNI yang telah melengkapi proses pendataan. 

Baca Juga:
Bareksrim dan Kemlu Pulangkan Sembilan Pekerja Migran Indonesia yang Jadi Korban TPPO di Kamboja

"KBRI juga terus melakukan koordinasi erat dengan otoritas Pemerintah Kamboja, termasuk kepolisian dan imigrasi, untuk mempercepat proses deportasi WNI," katanya.

"Tengah difinalisasi mekanisme untuk keringanan denda overstay dan percepatan pembuatan exit permit oleh Imigrasi Kamboja," ujarnya.

KBRI Phnom Penh mengimbau WNI yang telah keluar dari lokasi penipuan daring dan masih berada di wilayah Kamboja untuk segera melapor, agar dapat memperoleh bantuan dan fasilitasi kekonsuleran yang diperlukan untuk kepulangan ke Indonesia.

"KBRI Phnom Penh akan terus prioritaskan pelindungan WNI serta berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kepulangan WNI ke tanah air berjalan aman, tertib, dan secepat mungkin," pungkasnya. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Infrastruktur Perdagangan Spot Semakin Diminati di Tengah Pendewasaan Pasar Kripto Indonesia
• 11 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Polisi Tangkap WN Australia Usai Pukul WN Inggris di Bandara Ngurah Rai, Bali
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
China Pamer Perdagangannya Surplus di WEF Davos, Akan Agresif Jadi Pasar Dunia
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Kementerian P2MI dan Polri Teken MoU, Perkuat Perlindungan Pekerja Migran
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Sudewo Ngaku Dikorbankan, Bantah Lakukan Pemerasan Pengisian Jabatan Perangkat Desa
• 10 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.