BI Prediksi Ekonomi Global Cuma Tumbuh 3,2 Persen di 2026

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bank Indonesia (BI) memprediksi perekonomian global tumbuh sedikit lebih rendah menjadi sebesar 3,2 persen dibandingkan dengan capaian 2025 yakni 3,3 persen.

BI Prediksi Ekonomi Global Cuma Tumbuh 3,2 Persen di 2026. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) memprediksi perekonomian global tumbuh sedikit lebih rendah menjadi sebesar 3,2 persen dibandingkan dengan capaian 2025 yakni 3,3 persen. Hal ini mengingat ekonomi global masih dalam tren melambat akibat meningkatnya ketidakpastian.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, pertumbuhan yang lebih rendah tersebut terutama dipengaruhi oleh dampak lanjutan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) dan kerentanan rantai pasok global, meskipun prospek perekonomian AS membaik didorong investasi sektor teknologi termasuk artificial intelligence (AI) dan stimulus fiskal pengurangan pajak.

Baca Juga:
OJK Pastikan Stabilitas Keuangan Nasional Terjaga di Tengah Perlambatan Ekonomi Global

"Pertumbuhan ekonomi Jepang, China, dan India pada 2026 diprakirakan melambat akibat pelemahan permintaan domestik dan ekspor di tengah investasi AI yang juga meningkat," ujarnya dalam konferensi pers RDG BI, Rabu (21/1/2026).

Dari pasar keuangan global, kata dia, ruang penurunan Fed Funds Rate (FFR) berkurang dan disertai masih tingginya yield UST sejalan defisit fiskal AS yang masih besar. Ketidakpastian pasar keuangan global juga meningkat terutama dipicu oleh kebijakan tarif resiprokal AS serta meluasnya eskalasi ketegangan geopolitik.

Baca Juga:
OJK Sebut Ekonomi Global Stabil Menuju Akhir 2025

Perkembangan ini mengakibatkan peningkatan aliran modal ke emerging market (EM) tertahan dan mendorong penguatan indeks mata uang dolar AS terhadap mata uang negara maju (DXY). Kondisi tersebut memerlukan kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik dari rambatan global serta mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi.

Baca Juga:
Survei Deloitte: CEO ASEAN Pede dengan Prospek Perusahaan, Pesimistis Lihat Ekonomi Global

Selain itu, Perry juga menyoroti perlambatan ekonomi diperkirakan terjadi di China dan India pada 2026 akibat melemahnya permintaan domestik dan ekspor, di tengah meningkatnya investasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dari pasar keuangan global.

Ruang penurunan suku bunga global semakin terbatas, seiring masih tingginya imbal hasil US Treasury yang dipengaruhi oleh defisit fiskal AS yang besar. Ketidakpastian pasar keuangan global pun meningkat, terutama dipicu oleh kebijakan tarif AS serta eskalasi ketegangan geopolitik.

Baca Juga:
WEF Sebut Perang Dagang Jadi Ancaman Utama bagi Ekonomi Global pada 2026

Perkembangan tersebut mendorong penguatan indeks dolar AS terhadap mata uang negara maju, serta meningkatkan aliran modal keluar dari negara berkembang (emerging markets).

"Kondisi ini menuntut kewaspadaan dan penguatan respons kebijakan untuk memperkuat daya tahan ekonomi domestik dari dampak negatif perlambatan global, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di dalam negeri," ujar Perry.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ke SRMA 36 Bojonegoro, Gus Ipul Dengarkan Cerita Perubahan Siswa Sekolah Rakyat
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Usai Bos Scam Chen Zi Dideportasi, Ratusan Pekerja Scam Tinggalkan Kamboja
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Digugat Cerai Suami Tapi Dicabut Lagi, Della Puspita Beberkan Hubungan Rumah Tangganya dengan Arman Wosi: Tunggu Takdirnya Allah
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Kemenhut Pertanyakan Klaim Anies soal 97 Persen Deforestasi RI Legal
• 17 jam lalukompas.com
thumb
Trump, Presiden Prabowo, dan Jensen Huang ke Davos
• 6 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.