Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Bagaimana KNKT Membaca Data dari Black Box Pesawat?

mediaindonesia.com
3 jam lalu
Cover Berita

TIM SAR gabungan mengonfirmasi keberadaan ekor pesawat ATR 42-500 dan akan segera mengevakuasi black box atau kotak hitam yang berada di bagian tersebut. Sejalan dengan itu, tim SAR gabungan juga terus berupaya mencari delapan korban pesawat yang belum ditemukan. 

Setelah ditemukan di lokasi kecelakaan, black box tidak boleh langsung dibuka secara sembarangan. Ada prosedur standar internasional yang harus diikuti oleh para investigator untuk memastikan integritas data tetap terjaga.

1. Ekstraksi dan Pembersihan Unit Memori

Langkah pertama adalah mengeluarkan Crash Survivable Memory Unit (CSMU) dari pelindung luarnya yang tebal. Jika black box ditemukan di wilayah lembap atau terendam air, unit memori ini harus dibersihkan menggunakan air suling dan alkohol untuk mencegah korosi pada sirkuit elektronik.

Baca juga : Black Box Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Sulsel Ditemukan, Apa Itu Black Box Pesawat?

2. Proses Pengeringan (Oven Khusus)

Jika unit memori basah, tim ahli akan memasukkannya ke dalam oven khusus untuk proses pengeringan. Proses ini bisa memakan waktu hingga 8 jam guna memastikan tidak ada sisa kelembapan yang dapat menyebabkan hubungan arus pendek saat alat dihubungkan ke perangkat pembaca data.

3. Pengunduhan Data (Downloading)

Setelah dipastikan kering dan bersih, CSMU dihubungkan ke sebuah readout station atau alat pembaca khusus yang memiliki perangkat lunak sesuai dengan model pesawat tersebut. Jika kondisi kabel internal rusak, investigator akan melakukan penyambungan manual (jumper) langsung ke chip memori.

  • FDR (Flight Data Recorder): Mengunduh ribuan parameter teknis seperti kecepatan, ketinggian, dan posisi kemudi.
  • CVR (Cockpit Voice Recorder): Mengunduh rekaman audio yang berisi suara pilot, alarm kokpit, hingga suara mesin.
4. Dekoding dan Analisis

Data yang diunduh awalnya berupa kode biner yang rumit. Perangkat lunak khusus akan mengubah kode tersebut menjadi grafik dan angka yang bisa dibaca oleh manusia. Untuk CVR, tim ahli bahasa dan pilot senior biasanya dilibatkan untuk menginterpretasikan setiap kata dan bunyi latar yang terekam.

Berapa Lama Hasilnya Keluar?

Meskipun proses pengunduhan data secara teknis hanya memakan waktu 2 hingga 24 jam, proses analisis mendalam untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan bisa memakan waktu berminggu-minggu. KNKT biasanya akan merilis laporan awal (Preliminary Report) dalam waktu 30 hari setelah kejadian. (E-4)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pelukan Alvaro Arbeloa dan Vinicius Jr Jadi Sorotan, Media Spanyol Beri Reaksi: Suasana di Bernabeu telah Berubah
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Momen 2 Kepala Daerah Jadi Tahanan KPK Dalam Semalam
• 8 jam laluidntimes.com
thumb
KA Menoreh Tertemper Truk di Cirebon, Perjalanan Sempat Terganggu
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Gaungkan Budaya Literasi, Bazar Buku Internasional di Indonesia Dimulai dari Surabaya
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Amalan-Amalan Bulan Syakban 2026 yang Dianjurkan untuk Persiapan Ramadan
• 3 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.