Jakarta, tvOnenews.com - Pencarian tiga orang pekerja yang hilang di Kawasan tambang emas milik PT Antam di Pongkor, Kabupaten Bogor dihentikan Kantor SAR Jakarta pada Selasa (20/1/2026) malam.
Kedalaman galian mencapai lebih kurang 200 meter dengan diameter lebar 50-70 CM, Tim Rescue dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dengan Self Contained Breathing Apparatus (SCBA), alat detektor gas, dan peralatan SAR untuk di ruang terbatas (Confined Space Rescue) masuk ke area galian tersebut.
Hal itu diungkap Kepala Kantor SAR Jakarta selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Desiana Kartika Bahari.
"Setelah Tim Rescue kami yang terdiri Kantor SAR Jakarta dan Basarnas Special Group (BSG) melakukan penyisiran sampai titik terakhir lokasi korban, dan hasilnya tidak ditemukan adanya korban maupun tanda-tanda lainnya sesuai dengan searching area yang kami tentukan sesuai keterangan saksi," kata dia (21/1/2026).
Dirinya juga mengatakan bahwa pada selasa, 20 Januari 2026, sore hari, Tim Rescue melakukan debriefing dan evaluasi Operasi SAR dengan stakeholder terkait serta saksi dan juga keluarga korban dihasilkan simpulan bahwa Operasi SAR dinilai tidak efektif dan dapat dilakukan penutupan operasi SAR, karena korban tidak ditemukan.
Hal ini sesuai dengan Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan dan Penghentian Operasi Pencarian dan Pertolongan.
“Saya berpesan agar masyarakat mematuhi aturan mengenai objek vital guna melindungi diri dari hal-hal bisa merugikan keselamatan jiwa. Selalu memperhatikan larangan mendekat atau masuk daerah objek vital, karena hal itu untuk bukti bahwa negara melindungi segenap manusia dengan memberikan tanda-tanda peringatan. Dan jika melanggar, maka konsekwensi yang timbul dari hal tersebut menjadi menjadi kelalaian pada diri kita sendiri," tutur Desiana.
Sebelumnya diberitakan, di balik lorong sempit tambang emas di kawasan Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga masih ada tiga warga yang terjebak dan membutuhkan pertolongan segera.
Tim rescue Basarnas dari Kantor SAR Jakarta bersama Basarnas Special Group (BSG) dikerahkan untuk melakukan evakuasi di lokasi tambang yang diketahui telah lama ditutup oleh PT Aneka Tambang (Antam) tersebut.



