GenPI.co - Kunjungan Perdana Menteri Kanada Mark Carney ke China membawa makna yang lebih besar dari sekadar pertemuan bilateral.
Dilansir AP News, Selasa (20/1), China memandang lawatan ini sebagai kesempatan strategis untuk mengikis pengaruh Amerika Serikat terhadap Kanada.
Kanada selama ini dikenal sebagai salah satu sekutu terdekat AS, baik karena kedekatan geografis maupun hubungan historis yang panjang.
Namun, China menilai kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump, bahkan hingga aksi militer terhadap negara lain, berpotensi mengikis hubungan tradisional tersebut.
Kini, China melihat peluang untuk melonggarkan ikatan itu, meski tetap berhati-hati terhadap sejauh mana perubahan bisa terjadi.
Kedua negara dinilai bisa menemukan kesamaan pandangan terkait tindakan militer AS di Venezuela yang menyeret presidennya ke New York untuk menghadapi dakwaan.
Belum lagi pernyataan Trump yang menginginkan Greenland berada di bawah kendali AS.
"Kita bisa melihat ketidaknyamanan yang dirasakan Kanada terhadap AS saat ini," kata pakar kebijakan luar negeri dari Universitas Renmin China Cui Shoujun.
Cui mengatakan jika Trump bisa mengeklaim Greenland, mungkinkah suatu hari AS juga mengeklaim Kanada?
Meski begitu, China tetap realistis mengenai batas kedekatan yang bisa dicapai.
Kekhawatiran Kanada terhadap meningkatnya pengaruh ekonomi dan militer China, isu hak asasi manusia, Taiwan, serta lonjakan ekspor China yang mengancam lapangan kerja domestik, masih menjadi ganjalan besar.
Ikatan sejarah dan budaya Kanada dengan AS juga sulit dipisahkan.
Dekan Sekolah Studi Internasional Universitas Nanjing Zhu Feng mengingatkan agar tidak melebih-lebihkan arti kunjungan Carney.
"Kanada tidak hanya tetangga Amerika Serikat, tetapi juga sekutunya," ujar Zhu.
Tekanan Trump terhadap mitra AS memang membuka ruang bagi China untuk memperluas pengaruh diplomatiknya.
Namun, sekutu AS tetap harus menyeimbangkan peluang tersebut dengan ketergantungan mereka yang berkelanjutan pada kekuatan ekonomi dan militer AS. (*)
Video heboh hari ini:




