Merawat Sungai, Meredam Bencana: Cerita Mitigasi Banjir di Kota Yogya

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Aliran Sungai Code pagi itu tampak tenang. Namun di balik arusnya, tersimpan ancaman banjir dan longsor yang bisa datang sewaktu-waktu jika lingkungan di sekitarnya tak dijaga.

Kesadaran itulah yang mendorong upaya bersama antara pemerintah dan komunitas untuk merawat sungai-sungai di Kota Yogyakarta sebagai bagian dari mitigasi bencana.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO), Maryadi Utama, mengatakan pihaknya menggandeng sejumlah komunitas untuk mitigasi bencana banjir maupun longsor di sungai-sungai di Kota Yogyakarta. Salah satunya di Sungai Code.

"Sepanjang Kali Code ini harus kita jaga baik tutupan lahan maupun kebersihan sungainya. Sehingga bencana tidak terjadi seperti di daerah-daerah yang banyak dihampiri banjir bandang dan tanah longsor," kata Maryadi saat Pengukuhan Komunitas Peduli Sungai Bendung Surokarsan–Kali Code di Prawirodirjan, Kemantren Gondomanan, Kota Yogyakarta, Rabu (21/1).

Menurut Maryadi, sinergi antara organisasi perangkat daerah, komunitas, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci dalam upaya mitigasi tersebut.

"Kami terus bergerak untuk membentuk komunitas-komunitas yang aktif untuk sama-sama merawat dan menjaga lingkungan kita agar kita bisa dijaga oleh alam," katanya.

Terkait kondisi sungai-sungai di Kota Yogyakarta saat ini, Maryadi menyebut debit air masih dalam kondisi terkontrol meski sempat terjadi peningkatan akibat hujan dengan intensitas tinggi.

"Debit yang puncak kemarin masih bisa kita amankan. Dan bahkan kemarin ada di beberapa sungai di Winongo, Gajahwong, itu juga alhamdulilah masih bisa kita kendalikan," katanya.

Ia menambahkan, penanaman pohon harus terus digalakkan karena tutupan lahan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya cuaca ekstrem.

"Ternyata cuaca ekstrem yang terjadi ini karena kurangnya tutupan lahan dan kita harus giat terus bagaimana setiap hari harus menanam. Setiap orang kita harapkan bisa menanam," katanya.

Antisipasi Cuaca Ekstrem

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengatakan masih ada sejumlah wilayah di Kota Yogyakarta yang rawan terdampak cuaca ekstrem, terutama saat hujan deras melanda.

"Seperti kemarin terjadi (talud ambrol) sebelumnya sudah kita rencanakan pembangunan. Itu kan antisipasi kita merencanakan pembangunan itu. Meski belum dilakukan pembangunan sudah ada banjir sehingga ada gogosan (ambrol) di situ," kata Hasto.

Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjut Hasto, akan bekerja sama dengan BBWSSO untuk membangun tanggul sebagai langkah penanganan jangka panjang.

"Mengatasi secepatnya," katanya.

Ia juga menyebut terdapat rumah warga yang terdampak banjir hingga bagian bawah bangunan mengalami longsor.

"Ini juga akan secapatnya kami atasi tidak dengan beronjong tapi dengan pembangunan yang permanen," katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wapres Gibran Dorong PNS Segera Bergantor di IKN
• 5 jam lalufajar.co.id
thumb
Hengkang dari Barcelona, Marc Andre ter Stegen Beri Salam Perpisahan Haru
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Target 30% Ruang Terbuka Hijau Jakarta Dikejar hingga 2045
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Heboh! Kajari Sampang Dijemput Paksa Kejagung, Bukan OTT, Tapi...
• 3 jam laluviva.co.id
thumb
LATEN Mengabdi 2026: Dari Sawah hingga Ruang Belajar, Mahasiswa Bone Hadir Menguatkan Desa
• 59 menit laluharianfajar
Berhasil disimpan.