Ponorogo (beritajatim.com) – Upaya menanamkan budaya sadar bencana terus dilakukan sejak usia dini. Puluhan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) BA Aisyiyah Mangkujayan, Ponorogo, mengikuti edukasi kebencanaan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo.
Kunjungan edukatif tersebut menjadi sarana pengenalan kesiapsiagaan bencana bagi anak-anak. Mereka mendapatkan materi langsung dari petugas BPBD dengan pendekatan yang ramah anak dan menyenangkan, sehingga materi yang diberikan mudah dipahami.
Sejak tiba di kantor BPBD, anak-anak tampak antusias. Mereka diajak mengenal berbagai peralatan penanggulangan bencana, mulai dari perahu karet, pelampung, hingga alat-alat evakuasi yang biasa digunakan saat kondisi darurat.
“Kunjungan ini bagian dari pendidikan karakter dan keselamatan anak,” kata Kepala BA Aisyiyah Mangkujayan, Retno Winarni, Rabu (21/1/2026).
Tak hanya melihat, anak-anak juga dilibatkan secara aktif. Materi disampaikan melalui metode interaktif, seperti bernyanyi sambil mempraktikkan gerakan evakuasi mandiri saat terjadi gempa bumi. Pendekatan ini membuat suasana belajar terasa ringan, namun tetap bermakna.
“Kunjungan ini sengaja dilakukan untuk mengenalkan sejak dini apa itu BPBD dan bagaimana cara melakukan mitigasi bencana secara mandiri,” ujar Retno.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Agung Prasetyo, menyampaikan bahwa BPBD terbuka bagi sekolah maupun lembaga pendidikan yang ingin belajar tentang kebencanaan. Kegiatan ini juga menjadi sarana sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya mitigasi bencana.
“BPBD selalu terbuka menerima kunjungan dari sekolah maupun lembaga pendidikan,” kata Agung Prasetyo.
Melalui edukasi kebencanaan sejak usia dini ini, diharapkan anak-anak memiliki bekal pengetahuan dasar tentang potensi bencana di lingkungan sekitar. Dengan pemahaman tersebut, anak-anak diharapkan lebih siap dan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat di kemudian hari. “Edukasi kebencanaan sejak dini ini merupakan bentuk sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya mitigasi bencana,” pungkas Agung. (end/kun)




