Ahli Polimer Ingatkan Bahaya Peluruhan BPA dari Galon Lanjut Usia

cnbcindonesia.com
9 jam lalu
Cover Berita
Foto: dok Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - Ahli polimer Universitas Indonesia, Profesor Mochamad Chalid, mengingatkan risiko peluruhan Bisphenol A (BPA) dari galon yang telah digunakan dalam jangka panjang dan berulang. Peringatan ini sejalan dengan investigasi Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) yang menemukan masih banyak galon lanjut usia (Ganula) beredar di pasaran.

Chalid menjelaskan bahwa galon PC tersusun dari rantai polimer panjang yang dapat terputus seiring waktu, paparan panas, proses pencucian, dan frekuensi penggunaan. Pemutusan rantai ini melepaskan BPA melalui proses leaching.

"Kalau ada rantai, pasti ada mata rantai. Ibarat kalung ada mata rantai kalungnya. Nah, itu bisa terputus. Putusannya yang disebut dengan bagian kecil tadi itu disebut dengan leaching," jelasnya dikutip Selasa (20/1/2026).


Untuk meminimalkan risiko, ia menegaskan adanya batas aman penggunaan galon guna ulang.

"Galon guna ulang sebaiknya hanya digunakan maksimal 40 kali atau setara 1 tahun dengan asumsi 1 minggu sekali diisi ulang. Lebih dari itu, risiko migrasi BPA akan semakin tinggi," tegasnya.

Baca: 7 Tanda Seseorang Sudah Meninggalkan Status Rakyat Kelas Menengah

Sayangnya, investigasi lanjutan KKI di 60 kios Jabodetabek menunjukkan 57% galon berusia di atas dua tahun, bahkan ada yang diproduksi pada 2012 dan masih dijual. Bukan hanya itu, sebanyak 80% galon tampak buram dan kusam, indikasi penurunan kualitas material.

Kekhawatiran ini diperkuat oleh temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dalam survei 2021-2022 di enam kota besar, BPOM menemukan paparan BPA dari galon guna ulang telah melampaui ambang batas aman, sementara peraturan BPOM terkait label bahaya BPA baru berlaku tahun 2028, meski sudah terbit sejak tahun 2024.

Ketua KKI David Tobing pun mendesak regulator bertindak cepat, terkait adanya temuan paparan BPA yang melebihi ambang batas.

"Ketika BPOM menjalankan fungsi pengawasannya, ada temuan (paparan BPA melebihi ambang batas), masa penyelesaiannya 4 tahun? Harusnya penyelesaiannya segera supaya ini jangan melebar," ujar David.

Baca: QRIS Bisa Dipakai di China-Korsel Mulai Kuartal I-2026

Selama ini, BPA dikenal sebagai endocrine disruptor yang dapat mengganggu sistem hormon dengan meniru estrogen. Paparan jangka panjang dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, seperti gangguan reproduksi dan kesuburan, diabetes tipe 2, obesitas, peningkatan risiko kanker (payudara, prostat, usus besar), serta gangguan perkembangan janin.

"Didukung peringatan ahli, data BPOM, dan temuan KKI, desakan agar galon tua ditarik serta aturan pelabelan dipercepat kian menguat demi melindungi kesehatan konsumen," pungkas dia.


(dpu/dpu)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Krisis Medis Gaza Mencekam, Ribuan Pasien Menunggu Evakuasi

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rekor Lagi! Harga Emas Antam Hari Tembus Rp2,77 Juta/Gram
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Kejagung-KPK Usut Dugaan Korupsi Penerbitan HGU di Lahan TNI AU
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Target 30% Ruang Terbuka Hijau Jakarta Dikejar hingga 2045
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cara Gampang Urus Sertifikat Girik Jadi SHM, Wajib Tahu Sebelum 2026
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Produksi 1.500 Kapal Ikan, Prabowo: Inggris Siap Investasi
• 18 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.