Jakarta, CNBC Indonesia - Perum Bulog mencatat keuntungan penjualan produk ke Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP) mencapai Rp68,5 miliar sejak program tersebut berjalan.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, capaian tersebut berasal dari akumulasi penjualan hingga akhir 2025 dan berlanjut pada awal 2026, dengan tren transaksi yang dinilai positif.
"Untuk progres penjualan Bulog pada Koperasi Desa Merah Putih, kami laporkan sangat positif," kata Ahmad Rizal dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Ia merinci, penjualan Bulog ke KDMP per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp61,3 miliar. Sementara pada periode berikutnya, hingga 16 Januari 2026, penjualan kembali bertambah menjadi Rp7,2 miliar.
"Per 16 Januari 2026, total penjualan Bulog pada koperasi desa merah putih mencapai Rp7,2 miliar. Sementara penjualan per 31 Desember 2025, kami mencapai Rp61,3 miliar," ungkapnya.
Rizal menjelaskan, Bulog memegang peran strategis dalam ekosistem KDMP, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025. Peran itu dijalankan Bulog dari sisi hulu hingga hilir.
"Peran strategis Bulog, khususnya dalam koperasi desa dan kelurahan Merah Putih. Sesuai Inpres nomor 9 tahun 2025, peran kami ada di dua sisi, yaitu sisi hulu, Bulog bertindak sebagai off-taker yang menyerap hasil panen gabah maupun beras dari Koperasi Desa Merah Putih," jelasnya.
Di sisi hilir, KDMP juga menjadi mitra Bulog dalam mendistribusikan berbagai komoditas yang dikelola Bulog, termasuk cadangan pangan pemerintah.
"Sedangkan di sisi hilir, Koperasi Desa Merah Putih menjadi mitra kerja kita untuk mendistribusikan cadangan pangan pemerintah, yaitu beras SPHP, jagung, kedelai, maupun produk-produk komersial Bulog lainnya," kata Rizal.
Lebih lanjut, Bulog juga mencatat perkembangan jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) yang terhubung dengan KDMP. Hingga saat ini, jumlah titik yang terdaftar mencapai ribuan.
"Untuk jaringan RPK atau rumah pangan kita, koperasi desa merah putih yang terdaftar saat ini mencapai 2.683 titik di koperasi desa merah putih yang sudah bergabung dengan Bulog," ujarnya.
Meski begitu, Rizal menyebut masih ada pekerjaan rumah untuk meningkatkan aktivitas transaksi. Pasalnya, dari total jaringan yang terdaftar, baru sebagian yang aktif melakukan pemesanan.
"Untuk tahun 2026, kami terus mendorong agar koperasi lebih aktif bertransaksi, mengingat saat ini baru sekitar 464 yang aktif melakukan pemesanan dengan Bulog," ucap dia.
Rizal mengakui, pengembangan KDMP sebagai mitra distribusi pangan juga menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan modal hingga kesiapan operasional di lapangan.
"Tentu ada tantangan dalam pengembangan ini, terutama terkait dengan keterbatasan modal kerja koperasi, infrastruktur penyimpanan atau outlet yang belum memadai, serta kesiapan sumber daya manusia, dan digitalisasi pencatatan," jelasnya.
Meski demikian, Bulog memastikan akan terus melakukan pendampingan agar Koperasi Desa Merah Putih bisa tumbuh dan menjadi penopang distribusi pangan nasional.
"Kami akan terus melakukan pendampingan agar Kopdes Merah Putih dapat tumbuh, dapat tumbuh menjadi pilar distribusi pangan yang andal ke depan," pungkas Rizal.
(dce)



