FAJAR, TORAJA– Wacana pemekaran beberapa kabupaten di Sulsel terus menggaung. Mulai dari wacana Gowa Raya, Bone Selatan, Luwu Raya, dan wilayah lainnya.
Di Toraja sendiri muncul Toraja Barat, Toraja Timur, hingga Toraja Barat Daya.
Saat ini, daerah admministrasi di Toraja hanya dua, yakni Kabupaten Tana Toraja dengan ibu kota Makale. Memiliki 19 kecamatan.
Sedangkan, Kabupaten Toraja Utara dengan ibu kota Rantepao memiliki 21 kecamatan.
Untuk saat ini, perjuangan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) yang masuk diwilayah Toraja Barat ialah sebagian dari beberapa kecamatan yang ada di Tana Toraja.
Meliputi Kecamatan Saluputti, Malimbong Balepe, Rembon, Bonggakaradeng, Simbuang, Mappak, Masanda, dan Bittuang.
Momentum kedatangan Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep di Kecamatan Mappak, Tana Toraja, Sulsel, pada Rabu, 21 Januari 2026 dimanfaatkan baik oleh tokoh masyarakat dan pemuda di wilayah Tana Toraja bagian Barat. Mereka mengutarakan perjuangan CDOB Toraja Barat.
Silih berganti masyarakat memaparkan kenapa masyarakat Toraja bagian Barat, ingin memperjuangkan lahirnya Kabupaten Toraja Barat.
Dalam diskusi tersebut Ketua PSI, Kaesang Pangarep, mengaku akan mempelajari hal tersebut.
“Saya akan pelajari dan akan membawa aspirasi ini ke tingkat lebih tinggi,” ucapnya.
Diketahui, sebagian besar wilayah Toraja bagian Barat ini berbatasan dengan Provinsi Sulbar, hingga beberapa kabupaten yang ada di Sulsel.
Sebelumnya Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, memberikan lampu hijau CDOB Toraja Barat. Melalui Keputusan yang tertuang pada tanggal 11 Juli 2025, dalam surat Bupati Tana Toraja Nomor: 268/VII/2025 tentang Persetujuan Pembentukan Calon Daerah Otonom Baru Kabupaten Toraja Barat. (edy).




