Viral di media sosial peristiwa warga yang diusir oleh tetangganya di Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul. Dalam narasi yang beredar, disebutkan para tetangga geram karena warga tersebut kerap berselisih paham dan bersikap keras kepala terhadap lingkungan sekitar.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (20/1) sekitar pukul 19.30 WIB.
Warga yang diusir merupakan sepasang suami istri berinisial R (laki-laki, 45 tahun) dan L (perempuan, 38 tahun), bersama seorang anak mereka.
“Awal mula kejadian, warga melapor kepada RT 04 dan RT 05 karena merasa tidak nyaman dengan keberadaan Ibu L dan Bapak R yang sering membuat keributan di masyarakat,” kata Rita saat dikonfirmasi, Rabu (21/1).
Ia menambahkan, pasangan tersebut kerap terlibat cekcok dengan tetangga sekitar.
Selain alasan tersebut, warga juga disebut marah karena pasangan R dan L melaporkan seorang warga yang dinilai tidak bersalah ke polisi dengan tuduhan asusila.
“(Ada) warga yang dilaporkan terkait dugaan pelecehan terhadap anak Bapak R dan Ibu L. Namun warga menilai laporan itu tidak berdasar dan dilakukan secara sembarangan,” ujarnya.
Kasus dugaan asusila tersebut, lanjut Rita, dilaporkan ke Polresta Yogyakarta. Dalam prosesnya, empat orang sempat diamankan oleh Polresta Yogyakarta karena diduga terlibat dalam kasus tersebut.
Mengetahui situasi semakin memanas, aparat kepolisian kemudian mengamankan R, L, dan anaknya ke Polsek Sewon. Selanjutnya, ketiganya dibawa ke Polresta Yogyakarta.
“Posisi terakhir setelah terjadi keributan dengan warga, yang bersangkutan berada di Polresta Yogyakarta karena pelaporan dugaan pelanggaran asusila dilakukan di sana,” pungkas Rita.





