Penulis: Fityan
TVRINews, Jakarta
Petugas dan warga NTT bertaruh nyawa seberangi sungai deras guna salurkan distribusi pangan sekolah.
Cuaca ekstrem dan meluapnya Sungai Noelmina di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak menyurutkan langkah para petugas Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) untuk menjalankan tugas negara.
Demi memastikan anak-anak di Desa Tuppan menerima asupan nutrisi tepat waktu, para petugas bersama warga setempat nekat menerjang arus deras sungai pada Rabu 21 Januari 2026.
Akses darat menuju Desa Tuppan sempat terputus total setelah hujan berkepanjangan memicu banjir kiriman di Sungai Noelmina.
Namun, urgensi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) membuat tim lapangan memilih jalan berisiko dengan menyeberangi sungai secara manual.
Gotong Royong di Tengah Arus
Menggunakan peralatan seadanya, paket-paket makanan tersebut dipindahkan dengan penuh kehati-hatian agar tetap higienis dan tidak rusak terkena air.
Warga Desa Koa turut membentuk barisan manusia untuk membantu petugas menembus arus yang mencapai pinggang orang dewasa.
"Kebutuhan gizi anak-anak di sekolah tidak bisa ditunda hanya karena cuaca. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan program tetap berjalan meski tantangan alam cukup berat," ujar salah satu petugas SPPG di lokasi kejadian.
Harapan Infrastruktur Permanen
Meski aksi heroik ini berhasil mengantarkan bantuan tepat waktu, kendala geografis ini menyingkap urgensi pembangunan infrastruktur di wilayah pelosok NTT.
Masyarakat setempat berharap pemerintah pusat maupun daerah segera memberikan perhatian pada aksesibilitas antar-desa.
"Kami berharap pemerintah dapat membangun jembatan permanen di titik ini. Selain untuk kelancaran distribusi makanan bergizi, jembatan sangat krusial bagi keselamatan aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat ke depannya," tambah seorang tokoh masyarakat Desa Koa yang ikut membantu proses penyeberangan.
Hingga berita ini diturunkan, cuaca di wilayah NTT dilaporkan masih fluktuatif. Petugas SPPG menyatakan akan tetap bersiaga memantau kondisi debit sungai guna memastikan jadwal pengiriman berikutnya tetap aman bagi personel maupun logistik yang dibawa.
Editor: Redaktur TVRINews




