FAJAR, MAKASSAR — Nasib Agung Mannan di Persis Solo kian berada di ujung tanduk. Eks bek PSM Makassar itu semakin tersisih dari persaingan seiring agresifnya pergerakan Laskar Sambernyawa di bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026.
Persis Solo menjadi salah satu klub paling aktif dalam mendatangkan pemain baru. Langkah ini secara langsung berdampak pada hierarki pemain lama, termasuk Agung Mannan yang sejak awal musim sudah minim menit bermain.
Situasi Agung makin sulit setelah Persis resmi mendatangkan Kadek Raditya dari Persebaya Surabaya. Bek tengah eks Timnas Indonesia U-23 itu diplot sebagai tambahan kekuatan lini belakang. Posisi Kadek Raditya identik dengan posisi utama Agung Mannan, sehingga persaingan menjadi tak terelakkan.
Kadek Raditya sendiri memang jarang mendapat menit bermain di Persebaya musim ini. Ia hanya tampil tiga kali bersama Bajul Ijo. Namun, statusnya sebagai mantan pemain tim nasional usia muda dan pengalamannya membela Madura United membuatnya tetap memiliki nilai jual tinggi.
Kehadiran Kadek Raditya praktis mempersempit peluang Agung Mannan untuk kembali masuk dalam skema utama Persis Solo. Hingga sejauh ini, Agung baru mencatatkan lima penampilan bersama Laskar Sambernyawa, angka yang jauh dari ideal bagi pemain yang berada di usia emas.
Persis Tambah Kekuatan, Pemain Lama Terdepak
Bukan hanya Kadek Raditya, Persis Solo juga mendatangkan sejumlah nama lain untuk memperkuat skuad. Alfriyanto Nico direkrut dari Persija Jakarta dengan status pinjaman. Selain itu, tiga pemain asing diperkenalkan sekaligus, yakni Vukasin Vranes, Dusan Mijic, dan Miroslav Maricic.
Persis juga menambah pengalaman di skuad dengan mendatangkan Yabes Roni dari Bali United. Masuknya pemain-pemain baru ini membuat persaingan internal semakin ketat dan memaksa manajemen melakukan pengurangan pemain.
Dua nama yang sudah menjadi korban langsung adalah Sidik Saimima dan Arapenta Poerba. Sementara itu, Gio Numberi juga resmi berpamitan melalui akun Instagram pribadinya pada Selasa, 20 Januari 2026.
“Terima kasih untuk segala kenangan pahit dan manis yang sudah dilalui bersama-sama. Senang dan bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan tim ini. Mohon maaf atas segala tindakan yang mungkin tidak berkenan,” tulis Gio Numberi dalam unggahannya.
Tak berhenti di situ, Persis Solo juga dikabarkan akan melepas kiper Gianluca Pandeynuwu. Kehadiran kiper asing baru membuat posisi Gianluca semakin terjepit dalam struktur tim.
Akun rumor sepak bola nasional, @liga1teransfer, menyebut bahwa Arema FC tertarik merekrut Gianluca demi mendapatkan menit bermain reguler.
Jika satu per satu pemain dilepas, maka Agung Mannan juga berada dalam daftar pemain yang paling berpotensi menyusul, mengingat minimnya kontribusi menit bermain dan padatnya sektor bek tengah.
Opsi Pulang ke PSM atau Ikut Bernardo Tavares
Di tengah situasi sulit tersebut, masa depan Agung Mannan kembali menjadi perbincangan. Dua opsi paling realistis mulai mengemuka.
Opsi pertama adalah kembali ke PSM Makassar. Agung bukan sosok asing bagi publik Parepare dan Makassar. Ia merupakan bagian penting dari skuad PSM yang menjuarai Liga 1 musim 2022/2023. Pada musim bersejarah itu, Agung tampil solid di lini belakang dan menjadi andalan pelatih Bernardo Tavares.
Pengalaman, pemahaman sistem, serta kedekatan emosional dengan klub membuat Agung bisa menjadi solusi instan bagi PSM, terutama jika membutuhkan tambahan kedalaman di lini pertahanan lokal.
Opsi kedua yang tak kalah menarik adalah reuni dengan Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya. Nama Bernardo Tavares belakangan santer dikaitkan dengan proyek jangka menengah Persebaya. Jika benar sang pelatih mendarat di Surabaya, Agung Mannan berpotensi kembali bekerja sama dengan sosok yang paling memahami karakter dan kualitasnya.
Dalam sistem Bernardo Tavares, Agung dikenal sebagai bek yang disiplin, kuat dalam duel, dan mampu menjaga organisasi pertahanan. Faktor inilah yang bisa membuatnya kembali relevan di klub yang membutuhkan stabilitas di lini belakang.
Menit Bermain Jadi Kunci
Bagi Agung Mannan, keputusan berikutnya akan sangat menentukan kelanjutan kariernya. Bertahan di Persis Solo dengan kondisi persaingan yang semakin padat berisiko membuatnya terus tenggelam di bangku cadangan.
Di usia yang masih produktif, Agung membutuhkan menit bermain, bukan sekadar status sebagai bagian skuad. Baik kembali ke PSM Makassar maupun mengikuti Bernardo Tavares ke Persebaya Surabaya, keduanya menawarkan peluang yang lebih menjanjikan dibanding situasi saat ini.
Bursa transfer masih terbuka. Agung Mannan kini berada di persimpangan jalan. Tinggal menunggu ke mana langkah bek juara Liga 1 itu akan berlabuh.


