Sering Absen Sidang MK, Anwar Usman Ngaku Sakit-sakitan sejak Awal Tahun 2025

realita.co
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA (Realita) - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman angkat bicara mengapa sering tak hadir dalam sidang MK.

Ia mengaku memiliki penyakit yang dideritanya sejak awal 2025.

Baca juga: Hakim MK Sesalkan Doa Netizen ke Anwar Usman yang Sadis-Sadis

"Saya itu awal tahun 2025, ya, itu betul-betul saya baru pernah merasakan sakit, itu boleh dibilang saya jatuh, ya bukan pingsan lagi, sudah-sudah lupa sama sekali, saya pikir sudah hilang sudah saya," kata Anwar kepada wartawan di gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).

Anwar mengatakan dirinya langsung dirawat di rumah sakit (RS) sejak kejadian itu. Ia mengatakan membutuhkan waktu 1-2 tahun untuk pemulihan.

"Akhirnya dibawa ke rumah sakit dan tidak ada kata lain, harus diopname," ujar Anwar.

"Bukan hanya istirahat. Istirahat jelas, dan perawatan pemulihan antara 1 sampai 2 tahun," katanya.

Baca juga: Hakim MK yang juga Pamannya Gibran, Anwar Usman Jatuh saat Jalan sehingga Harus Opname

Anwar juga menjelaskan saat ini dirinya minum obat tiga hingga empat kali sehari. Ia kemudian menunjukkan obatnya.

"Dan itu terus terang jarang yang tahu bahwa saya itu tiap hari, tiga kalo sehari bahkan ada yang empat kali untuk minum obat. Nah itu ada contoh di kotak obat. Jadi ya kebetulan saya juga terima kasih biar jelas ya. Itu ada. Nah inilah contoh obat. Ini bukan, bukan, mohon maaf ya, bukan dijadikan alasan," katanya.

Anwar menegaskan tidak pernah cuti selama 40 tahun berkarier sebagai hakim. Cuti itu tidak pernah ia ambil, baik ketika berkarier di Mahkamah Agung (MA) maupun MK.

Baca juga: Jatuh, Hakim MK yang juga Ipar Jokowi, Anwar Usman Opname di Rumah Sakit

"Saya ini orang yang saya sudah dari tahun '85 ya, sudah hampir 40 tahun jadi hakim tidak pernah yang namanya cuti, insyaallah nggak pernah. Baik sewaktu menjadi Kepala Biro Kepegawaian di Mahkamah Agung eselon 2, naik ke eselon 1 Kepala Badan Litbang di MA. Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, saya untuk bangsa dan negara tidak ada istilah nanti dulu," imbuhnya.ik

 

Editor : Redaksi


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kapolri: 202 Ribu Orang Jadi Korban Eksploitasi Manusia, 61 Persen Perempuan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Kejagung-KPK Usut Dugaan Korupsi Penerbitan HGU di Lahan TNI AU
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Video: Toyota Rush Kuasai Pasar LSUV Indonesia 2025
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hujan Deras, Layanan Transjakarta Rute 13 Alami Keterlambatan
• 15 jam laluidntimes.com
thumb
Minyak Goreng hingga Cabai Merah, Ini Daftar Harga Pangan Hari Ini
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.