jpnn.com, JAKARTA - Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut partainya belum menentukan ambang batas parlemen atau parlementary treshold ideal untuk pemilu mendatang.
"Ya, kami juga di Gerindra seperti partai-partai lain masih melakukan simulasi-simulasi," kata dia menjawab pertanyaan awak media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/1).
BACA JUGA: Respons Gerindra soal Sikap Demokrat tentang Pilkada Melalui DPRD
Diketahui, urusan ambang batas parlemen menyeruak setelah Komisi II melaksanakan RDPU dengan peneliti kepemiluan pada Selasa (20/1) kemarin.
Satu di antara pihak yang diundang ialah dari perwakilan CSIS dan mereka mengusulkan penurunan ambang batas parlemen secara bertahap.
BACA JUGA: Keponakan Prabowo Mundur dari Gerindra Sebelum Jadi Calon Deputi Gubernur BI
CSIS merasa ambang batas parlemen perlu turun dari empat ke 3,5 persen pada Pemilu 2029 dan turun menjadi tiga persen saat Pemilu 2034.
Menurut Dasco, DPR saat ini masih menerima berbagai masukan publik dalam rangka Revisi UU Pemilu, sehingga Gerindra belum bersikap terkait ambang batas parlemen.
BACA JUGA: Gerindra Rapat Mahkamah Partai soal Sudewo, Hasilnya?
"Nah, sehingga kami di Gerindra juga akan mengikuti mencermati perkembangan di DPR tentang partisipasi publik," ujar Wakil Ketua DPR RI itu.
Dasco kemudian menerima pertanyaan soal pendapat pribadi terkait usul CSIS dalam RDPU untuk menurunkan ambang batas parlemen pada Pemilu 2029 menjadi 3,5 persen.
"Begini saya enggak bisa menjawab pendapat pribadi, karena yang hal-hal seperti itu harus ditentukan tentunya oleh partai politik," ujarnya. (ast/jpnn)
Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478715/original/019696600_1768914951-000_33KA2FW.jpg)
