Apa Itu Dewan Perdamaian Gaza, "PBB Baru" Bentukan Trump?

cnbcindonesia.com
7 jam lalu
Cover Berita
Foto: Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato, sementara Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bertepuk tangan, menyusul penandatanganan resmi fase pertama perjanjian gencatan senjata Gaza antara Israel dan Hamas, selama pertemuan puncak para pemimpin dunia untuk mengakhiri perang Gaza, di Sharm El-Sheikh, Mesir, 13 Oktober 2025. (REUTERS/Evelyn Hockstein)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengguncang tatanan diplomasi global. Badan yang awalnya dibentuk sebagai kelompok kecil pengawas gencatan senjata di Gaza, kini bertransformasi menjadi ambisi besar bernama Dewan Perdamaian.

Tak tanggung-tanggung, dewan ini digadang-gadang akan menjadi pesaing Dewan Keamanan PBB dalam menangani berbagai konflik dunia.

Berdasarkan draf piagam yang diperoleh The Associated Press, Rabu (21/1/2026) Board of Peace akan memusatkan kekuasaan besar di tangan Trump sebagai ketua. Trump memiliki wewenang penuh untuk mengundang negara anggota, memecahkan kebuntuan suara, hingga membubarkan entitas tambahan.


Baca: Breaking! Netanyahu Sepakat Gabung "PBB Baru" Urus Gaza Bentukan Trump

Dewan ini akan didukung oleh jajaran tokoh kelas berat di Executive Board, yang meliputi Marco Rubio (Menteri Luar Negeri AS), Jared Kushner (Menantu Trump), Tony Blair (Mantan PM Inggris), Marc Rowan (CEO Apollo Global Management) dan Ajay Banga (Presiden Bank Dunia)

Selain dewan utama, terdapat pula Dewan Eksekutif Gaza yang bertugas mengawasi fase kedua gencatan senjata, termasuk peluncuran pasukan keamanan internasional dan pembangunan kembali wilayah yang hancur akibat perang.

Trump dijadwalkan akan membeberkan detail lebih lanjut mengenai proyek ambisius ini dalam pertemuan World Economic Forum di Davos, Swiss.

Menariknya, ada aspek transaksional dalam keanggotaan ini. Draf tersebut menyatakan bahwa kontribusi sebesar US$1 miliar (sekitarRp16,9 triliun) dalam bentuk tunai di tahun pertama akan menjamin sebuah negara mendapatkan kursi permanen di dewan tersebut.

Sejauh ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi menyatakan setuju untuk bergabung pada Rabu (21/1/2026). Langkah ini merupakan manuver mengejutkan mengingat sebelumnya Netanyahu sempat mengkritik komposisi komite pelaksana gencatan senjata Gaza yang melibatkan rival regionalnya, Turki.

Selain Israel, Uni Emirat Arab, Maroko, Vietnam, Kazakhstan, Hungaria, Argentina, dan Belarusia juga menyatakan kesiapannya untuk bergabung.

Sementara itu, undangan juga telah dikirimkan ke berbagai pemimpin dunia lainnya, termasuk Rusia, India, Kanada, Mesir, hingga Uni Eropa. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengonfirmasi bahwa Moskow tengah "mempelajari detail" dari undangan tersebut.

Namun, tidak semua pihak menyambut baik. Prancis secara tegas menolak. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyatakan dukungannya terhadap rencana perdamaian, namun menolak pembuatan organisasi yang berniat menggantikan PBB.

Baca: Tak Cuma Putin, Trump Juga Ajak Xi Jinping Masuk "PBB Baru" Urus Gaza

Merespons penolakan Prancis, Trump melontarkan ancaman khasnya. Ia menargetkan komoditas ekspor prancis ke Negeri Paman Sam.

"Saya akan mengenakan tarif 200% pada anggur dan champagne mereka, dan dia [Macron] akan bergabung," ketus Trump kepada wartawan.

Di sisi lain, Jerman memberikan tanggapan hati-hati. Melalui juru bicara Kanselir Friedrich Merz, Jerman menekankan bahwa meski tidak sempurna, PBB tetap menjadi kerangka multilateral sentral untuk manajemen krisis internasional.


(tps/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Trump Undang India Gabung "Dewan Perdamaian"

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Sentuhan Lokal, Bluebird Hadirkan Aktivasi Kreatif Bersama Tahilalats
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kapolri: 202 Ribu Orang Jadi Korban Eksploitasi Manusia, 61 Persen Perempuan
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Alvaro Arbeloa Lanjutkan Tradisi Emas Debut Pelatih Madrid di Liga Champions
• 15 jam lalufajar.co.id
thumb
Sinopsis Drama China My Page in the 90s, Kisah Streamer Terjebak dalam Novel Romantis 1999
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Sinopsis Drama China My Piggy Lover, Perjalanan Cinta Li Jia Jie dan Jiang Jun Han yang Aneh tapi Manis
• 9 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.