Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebut kejahatan terhadap perempuan dan anak masih banyak yang belum terungkap, hal ini karena sebagian korban belum berani melaporkan peristiwa yang dialami kepada aparat penegak hukum.
Tak hanya itu, ia menilai jika persoalan ini tidak lepas dari faktor psikologis korban yang merasa takut, malu, hingga khawatir menghadapi stigma sosial jika kasusnya diketahui publik.
“Tidak mudah membuat korban mau melapor. Ada rasa takut, ada stigma, bahkan ada anggapan bahwa melapor itu justru membuka aib,” ujarnya pada Rabu, 21 Januari 2026.
Selain stigma, ia menuturkan jika korban juga kerap dihantui kekhawatiran akan proses hukum panjang dan melelahkan yang dapat memicu trauma lanjutan jika penanganan tidak dilakukan secara tepat.
“Kalau penanganannya tidak pas, korban bisa mengalami trauma baru dan merasa menjadi korban untuk kedua kalinya,” kata Jendral Listyo.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Polri menghadirkan Direktorat Pelayanan Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang atau Direktorat PPA-PPO. Satuan kerja ini dibentuk dengan pendekatan yang lebih humanis dan berorientasi pada pemulihan korban.
Jendral Listyo mengatakan, keberadaan Direktorat PPA-PPO mulai memberikan dampak positif. Kepercayaan masyarakat, khususnya kelompok rentan, perlahan tumbuh seiring dengan upaya pendekatan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Korban sekarang mulai memahami bahwa mereka punya hak untuk dilindungi negara ketika mengalami kekerasan,” ucapnya.
Salah satu langkah yang dinilai efektif adalah pelaksanaan kampanye Rise and Speak yang telah menjangkau ribuan peserta di sejumlah kota. Program ini bertujuan membangun keberanian korban untuk bersuara dan mencari keadilan.
Ia menegaskan, pengungkapan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan kesabaran serta kerja konsisten dari seluruh pihak.
Ia menilai, kasus-kasus tersebut ibarat fenomena gunung es yang harus diurai secara bertahap.
“Masalah ini sangat besar dan tidak bisa diselesaikan dengan cara instan. Dibutuhkan pendekatan kemanusiaan agar korban merasa aman,” tegas Kapolri.
Editor: Redaktur TVRINews



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478933/original/079657200_1768961772-Ketua_KNKT__Soerjanto_Tjahjono.jpg)