Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih di Kota Cimahi Terkendala Lahan

republika.co.id
20 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Pembangunan gerai Koperasi Kelurahan Merah Putih (KLMP) di Kota Cimahi, Jawa Barat terkendala lahan. Sehingga hingga awal tahun ini belum ada tanda-tanda adanya pembangunan gerai untuk program yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu.

Pembangunan gerai Koperasi Merah Putih merupakan amanat dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Perlengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mimro pada Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Cimahi, Emir Faisal mengatakan, sesuai instruksi dari pemerintah pusat pihaknya harus menyiapkan lahan untuk pembangunan gerai koperasi tersebut.

Baca Juga
  • BGN Dorong Kopdes Merah Putih Jadi Pemasok Program MBG
  • Pemerintah Percepat Pembangunan 80 Ribu Gerai Kopdes Merah Putih
  • Kopdes Merah Putih Jadi Solusi Keterbatasan Lapangan Kerja
"Memang dari Kemendagri, Kemenkop juga, Pemda diminta menyiapkan lahan. Sifatnya itu bukan pengadaan, tapi lahan milik Pemda, tapi lahannya belum siap," kata Emir saat dikonfirmasi, Rabu (21/1/2026).

Pihaknya mengaku dihadapkan dengan keterbatasan lahan di Kota Cimahi. Sehingga kesulitan untuk menyiapkan lahan yang memenuhi kriteria untuk pembangunan gerai Koperasi Merah Putih.

.rec-desc {padding: 7px !important;} "Lahan karena kan ada kriteria-kriteria tertentu seperti luas 1.000 meter, akses, dan lain-lain. Terus kan bicara legalitasnya, tidak boleh sengketa dan lain-lain," ujar Emir.

Kantor Koperasi Kelurahan Merah Putih Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat yang Masih Menumpang di Kantor LPM - (Ferry Bangkit/ Republika)

Pihaknya bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Cimahi masih berupaya melakukan identifikasi lahan milik pemerintah daerah yang memungkinkan untuk dibangun gerai tersebut. Di Kota Cimahi ada 15 Koperasi Kelurahan Merah Putih yang sudah berdiri dan memiliki legalitas. Untuk operasional kantor pengurusnya masih menumpang di kelurahan masing-masing.

"Kami itu sedang mencari alternatif-alternatif mengenai lahan, sedang dalam proses identifikasi. Sekarang masih di kantor kelurahan," ucap dia.

Namun ketika nantinya sudah terbangun dan berjalan optimal, Emir meyakini koperasi ala Presiden Prabowo Subianto ini akan berdampak terhadap perekonomian di wilayah masing-masing. "Secara konsep dari pemerintah pusat in bagaimana perputaran ekonomi di kelurahan dan desa itu ini dikelola oleh Koperasi Merah Putih," ujar Emir.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Emiliano Martinez Harus Siap Berkorban jika Fix Gabung Inter Milan Gantikan Yann Sommer
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Insentif Fiskal 2026 untuk Daerah Berkinerja Baik Turun jadi Rp1,8 Triliun
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Istana Tak Masalah Perusahaan yang Dicabut Izinnya Masih Beroperasi di Sumatera
• 20 menit lalukompas.com
thumb
Pak Gub, Jalan Rusak Parah Hambat Ekonomi Warga Pelosok Gowa-Sinjai
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Apa Bisnis LPCK? Developer Meikarta, Intip Profil Emiten dan Pengendali Sahamnya
• 33 detik laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.