REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kisah legendaris Kugy dan Keenan akan tersaji di atas panggung dalam balutan nada dan drama. Kolaborasi apik antara Indonesia Kaya dan Trinity Entertainment Network, yang didukung oleh alunan musik dari Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST), siap menghidupkan kembali memori kolektif pembaca novel Perahu Kertas karya Dee Lestari.
Musikal ini dijadwalkan pentas mulai 30 Januari hingga 15 Februari 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta, dengan total 21 pertunjukan. Panggung musikal ini bukan sekadar adaptasi, melainkan sebuah wahana untuk menyelami lebih dalam karakter Kugy yang berlindung di balik dunia dongeng, serta Keenan, pelukis muda yang berjuang lepas dari kungkungan ekspektasi sang ayah.
Baca Juga
Belajar dari David Beckham: Menghadapi Kritik Anak dengan Kepala Dingin
Kisah Inspiratif Michael O, Dulu Manusia Silver Kini Melenggang di Runaway
Larry Si Kucing Ikonik Ikut 'Sambut' Presiden Prabowo di London
Tema besar "Hidupkan Lagi Mimpi-Mimpi" yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan napas utama yang menggerakkan seluruh elemen produksi. Alya Syahrani, yang didapuk memerankan sosok Kugy yang eksentrik, mengungkapkan betapa personalnya proyek ini bagi dirinya.
"Perahu Kertas memiliki kedekatan emosional tersendiri buatku, karena berbicara tentang mimpi dan pencarian jati diri. Melalui proses ini, aku kembali diingatkan pada alasan awal aku jatuh cinta pada seni panggung," ujarnya pada Rabu (21/1/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Alya Syahran berperan sebagai Kugy. - (Dok. Dok. Indonesia Kaya dan Trinity Entertai)
Sentimen serupa juga dirasakan oleh Dewara Zaqqi yang memerankan Keenan. Sebagai penggemar berat karya aslinya, ia merasa karakter Keenan mencerminkan banyak fragmen dalam hidupnya.
"Aku berharap Musikal Perahu Kertas, sebagai panggung musikal kelima dalam perjalanan karirku, dapat membawaku selangkah lebih dekat menuju mimpiku untuk menjadi seorang aktor," ujarnya.