PPIH 2026 Matangkan Satuan Operasional Armuzna, Ada Skema Murur dan Tanazul

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- “Al-hajju Arafah.” Kalimat sakral itu menjadi alarm bagi seluruh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M yang dibentuk Kementerian Haji dan Umrah RI.

Dalam persiapan menuju puncak haji 2026 mendatang, PPIH menegaskan komitmen nol toleransi bagi jemaah yang tertinggal wukuf.

Keselamatan dan sahnya ibadah jemaah kini bertumpu pada satu kata yakni kedisiplinan semua pihak terkait, termasuk  petugas haji.

BACA JUGA:99 Persen Jemaah Indonesia Pilih Haji Tamattu, Bagaimana dengan Petugas?

Kepala Satuan Operasional (Kasatops) Armuzna Haji pada musim haji beberapa tahun sebelumnya, Laksamana Pertama TNI Harun Arrasyid, memberikan arahan tegas dalam Diklat PPIH Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (21/1).

Ia menekankan bahwa Satuan Operasional (Satops) Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) adalah jantung dari keberhasilan haji.

"Kedisiplinan petugas haji adalah jaminan keselamatan jemaah. Jangan pernah membiarkan satu pun jemaah tertinggal dari wukuf di Arafah. Jika satu saja tertinggal, itu musibah besar," tegas Harun dengan nada lugas.

Untuk memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal di Makkah, skema sweeping ketat perlu diberlakukan pada 8 Zulhijjah.

Jenderal Bintang Satu yang menjabat Kabintatal TNI AL ini menginstruksikan PPIH setelah membentuk Kasatops, maka meneruskan ke para Kasatsektor untuk menjadi "kapten yang terakhir meninggalkan kapal."

BACA JUGA:Alissa Wahid Ingatkan Petugas Haji 2026 Layani Lansia Sepenuh Hati dan Ramah Perempuan

"Jemaah berangkat dulu ke Arafah, Kasatsektor belakangan. Pastikan setiap sudut hotel dan kamar benar-benar kosong. Setelah yakin jemaah, terutama lansia dan yang sakit, sudah terdorong semua, baru Kasatsektor menyusul," katanya.

Bagi jemaah yang sakit, negara menjamin mereka tetap hadir di Arafah melalui skema safari wukuf.

Selain itu, kepadatan ekstrem di Muzdalifah dan Mina yang kerap menjadi titik lelah jemaah diantisipasi dengan dua inovasi utama yaitu Murur dan Tanazul.

Skema Murur ialah jemaah risiko tinggi (risti), lansia, dan disabilitas akan melintas di Muzdalifah tanpa turun dari bus, langsung menuju tenda di Mina.

Skema Tanazul yaitu mengingat kapasitas tenda Mina yang terbatas, sebagian jemaah akan dikembalikan ke hotel di wilayah Syisyah dan Raudhah (dekat Kakbah) setelah melontar jumrah, alih-alih menginap di tenda.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rupiah Hampir Rp 17 Ribu, Bank Indonesia Siap Intervensi Besar-besaran
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Angka Pernikahan di Indonesia Terus Menurun, BPS Catat Terendah dalam Satu Dekade
• 8 jam lalumerahputih.com
thumb
Imbas Genangan Air meluas di Wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta, KAI Daop 2 Bandung Batalkan Sejumlah Perjalanan KA Keberangkatan Minggu, 18 Januari 2026
• 15 jam lalumediaapakabar.com
thumb
28 Perusahaan Kehilangan Izin Seusai Rusak Hutan, Ada Tambang hingga Sawit
• 4 jam lalugenpi.co
thumb
6 Perjalanan Kereta Terganggu Akibat Tabrakan Menoreh dengan Truk Tangki di Cirebon
• 16 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.