JAKARTA, KOMPAS.TV – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan jumlah pengajuan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, per Rabu (21/1/2026), mencapai 29.621.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, pihaknya bersama pemerintah daerah terus mengakselerasi pembangunan huntara dengan target utama penyelesaian sebelum bulan Ramadan.
“Dari total 42.900 unit rumah rusak berat, telah diajukan pembangunan hunian sementara sebanyak 29.621 unit,” kata Muhari dalam keterangan tertulis, Rabu.
“Hingga saat ini, 7.414 unit masih dalam proses pembangunan, sementara 1.056 unit telah selesai dibangun dan siap dihuni,” tambahnya.
Baca Juga: BNPB Sampaikan Perkembangan Pembangunan Huntara dan Penyaluran Datna Tunggu Hunian di Sumbar
Sementara pengajuan pembangunan hunian tetap (huntap) tercatat sebanyak 13.082 unit, dengan 648 unit saat ini berada dalam tahap konstruksi.
Muhari juga menjelaskan tentang optimalisasi skema bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH). Menurutnya, optimalisasi dilakukan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat terdampak selama masa transisi menuju huntap.
“Hingga pertengahan Januari 2026, pengajuan DTH telah mencapai 14.811 kepala keluarga. Dari jumlah tersebut, 9.662 rekening penerima telah siap, dan bantuan telah disalurkan kepada 2.682 kepala keluarga,” jelasnya.
Mengenai perkembangan jumlah jumlah korban bencana Sumatera, Muhari menjelaskan, hingga Rabu, tidak terdapat penambahan korban meninggal dunia maupun hilang.
“Dalam perkembangan terkini, tidak terdapat penambahan jumlah korban jiwa, hilang dan mengungsi,” tuturnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- bnpb
- hunian sementara
- huntara
- bencana sumatera
- huntara bencana sumatera
- warga terdampak bencana sumatera




