Pemkot Surabaya menyebut Sekolah Rakyat akan menampung 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Imam Mahmudi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya menyebut, pembangunan SR masih berjalan tahap awal, berupa pengurukan lahan oleh Kementerian Pekerjaan Umum.
Pembangunan dilakukan di atas lahan enam hektare yang terbagi atas dua bidang lahan, empat hektare dan dua hektare.
“Sekarang masih proses pengurukan. Lokasinya itu di kawasan JLLT (Jalan Lingkar Luar Timur). Nanti kanan dan kiri, totalnya sekitar enam hektare,” ujar Imam dikutip, Kamis (22/1/2026).
Targetnya beroperasi di tahun ajaran baru dan setiap jenjang akan memiliki tiga kelas.
“SD, SMP, SMA masing-masing tiga kelas. Kalau dihitung, kurang lebih kapasitasnya sekitar 1.000 siswa,” urainya.
Selain ruang kelas, Sekolah Rakyat juga dilengkapi dengan asrama siswa dan fasilitas tempat tinggal bagi para guru serta pengasuh.
Semua siswa akan tinggal di asrama dengan sistem boarding school, begitu pula tenaga pendidik dan wali asuh yang mendampingi siswa selama proses pendidikan.
“Nanti ada kelas, asrama siswa, kemudian pengajarnya juga tinggal di sana semua. Siswanya boarding, tidak pulang, semuanya di lokasi,” kata Imam.
Terkait sasaran peserta didik, Sekolah Rakyat akan diperuntukkan anak-anak keluarga miskin, khususnya kelompok desil 1 dan desil 2.
Proses seleksi akan dilakukan melalui pendataan dan asesmen langsung ke rumah calon siswa.
“Ini memang untuk anak-anak dari keluarga miskin. Datanya sudah ada, tapi nanti tetap disurvei dan diasesmen ke rumah untuk memastikan kondisinya,” jelas Imam.
Diberitakan sebelumnya, Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyebut, penyediaan lahan aset milik Pemkot Surabaya itu sesuai ketentuan, pemerintah daerah diminta menyediakan tanah sebagai syarat pembangunan Sekolah Rakyat. (lta/ipg)



