Di tengah ketidakpastian ekonomi global sepanjang 2025, hunian premium di Jakarta justru mengalami peningkatan minat. Beauty, di saat pasar internasional diliputi volatilitas, masyarakat kelas atas perkotaan mulai memandang rumah bukan semata aset, melainkan sanctuary atau ruang aman yang menawarkan ketenangan, kepastian, dan kualitas hidup jangka panjang.
Fenomena ini terlihat jelas di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, yang mencatat permintaan tinggi di tengah ketiadaan pasokan hunian baru.
Salah satu proyek yang mencerminkan pergeseran tersebut adalah Savyavasa, apartemen premium yang dikembangkan oleh PT Jakarta Setiabudi International Tbk (JSI Group) bersama Swire Properties.
Proyek ini mencatatkan penjualan tertinggi sepanjang masa pengembangannya pada Desember 2025, bertepatan dengan mendekatnya fase penyelesaian yang dijadwalkan awal 2026.
Momentum tersebut muncul seiring perubahan cara pandang pembeli hunian premium. Dalam kondisi global yang tidak menentu, pembeli semakin selektif dan memprioritaskan kepastian penyelesaian proyek, kualitas lingkungan, serta nilai jangka panjang dibandingkan spekulasi jangka pendek.
“Sepanjang 2025, kami melihat bahwa pembeli hunian premium kini semakin fokus pada kualitas, kepastian, dan nilai jangka panjang,” ujar Bram Van Hoof, COO PT Jakarta Setiabudi International Tbk (JSI Group).
“Di titik ini, Savyavasa menjadi relevan bagi mereka yang menginginkan hunian berkualitas dalam lingkungan yang benar-benar terkurasi,” lanjutnya.
Dharmawangsa sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan hunian paling matang dan langka di Jakarta. Dengan karakter hunian berkepadatan rendah, ruang hijau yang luas, serta lokasi strategis yang terhubung dengan pusat bisnis dan gaya hidup ibu kota, kawasan ini tidak lagi memiliki ruang untuk pengembangan hunian mewah baru dalam waktu dekat.
Kondisi tersebut menciptakan ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan yang dikenal sebagai scarcity premium.
Menjawab kebutuhan hunian sebagai ruang berlindung, Savyavasa dikembangkan dengan pendekatan jangka panjang.
Sekitar 70% kawasan dialokasikan untuk ruang hijau, didukung konsep hunian low-density dan pet-friendly. Tower 2 dan Tower 3 menghadirkan unit dua hingga empat kamar tidur yang dirancang untuk mendukung hunian lintas generasi.
Thomas Rhodes, Head of Sales SEA di Swire Properties, menjelaskan bahwa proyek ini dirancang agar tetap relevan dalam berbagai fase kehidupan.
“Savyavasa dirancang dengan mempertimbangkan relevansi jangka panjang, bagaimana hunian dapat beradaptasi dengan berbagai fase kehidupan, sekaligus menawarkan kualitas lingkungan dan pengalaman tinggal yang konsisten,” ujarnya.




