DEPOK, KOMPAS.com – Hujan deras mengguyur wilayah Kota Depok, termasuk Terminal Depok Baru, pada Kamis (22/1/2026) pagi, membuat aktivitas warga terganggu dan memaksa banyak orang mencari tempat berteduh.
Pantauan Kompas.com di terminal sejak pukul 08.45 WIB, hujan yang semula gerimis tiba-tiba berubah deras disertai angin kencang. Warga yang berjalan dari arah Stasiun Depok Baru terlihat berlari-lari menuju angkot biru agar tidak kuyup.
Beberapa orang meneduh di bawah kanopi stasiun yang panjang sekitar 80–100 meter dan lebar 7–8 meter, sambil membuka gawai ponselnya sambil menunggu hujan reda.
Baca juga: Jakarta Diguyur Hujan, Lalu Lintas DI Panjaitan Macet akibat Banjir
Sedangkan sebagian warga lain tetap berjalan sambil membawa payung atau berusaha mencari Transjakarta dan angkot yang baru tiba di terminal.
Sejumlah pemotor yang tiba selepas mengantar keluarganya ke stasiun juga meneduh untuk mengenakan jas hujan dan menunggu kondisi hujan sedikit mereda.
Di sepanjang sudut Terminal Depok Baru, tidak banyak tempat berteduh lain yang tersedia. Para pedagang kaki lima berteduh dengan terpal atau tenda kecil dari gerobaknya, sementara armada Biskita Trans Depok memiliki pos-pos kecil yang menjadi alternatif tempat berteduh.
Sekitar 3–5 ojek payung juga terlihat bersiaga di dekat stasiun dan antrean mobil pribadi, menawarkan jasa antar agar warga tidak basah.
Salah satu warga, Zahra (28), menceritakan rencananya hendak menuju Cilodong menggunakan angkot AC terganggu karena hujan deras.
“Iya harusnya naik angkot tapi ini hujan deras, kalau nekat lari ke tempat ngetem bakal sama saja bisa kuyup,” ujarnya.
Baca juga: Jakarta Diguyur Hujan, Lalu Lintas DI Panjaitan Macet akibat Banjir
Menurut Zahra, Terminal Depok Baru memang minim fasilitas ruang tunggu nyaman bagi warga yang hendak menaiki angkot, Biskita, maupun Transjakarta.
“Meskipun angkot depan mata, tetap enggak bisa jalan tiap hujan. Solusinya paling pakai payung atau jas hujan kalau bawa,” tambahnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang