GenPI.co - Jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, teridentifikasi atas nama Deden Maulana.
Jasad Deden ditemukan Minggu (18/1) di lereng Gunung Bulusaraung, dengan kedalaman 300 meter, sehari setelah pesawat menabrak gunung pada Sabtu (17/1).
Korban merupakan pegawai bidang pengelola barang milik daerah di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Tim Dokpol Biddokes Polda Sulawesi Selatan menyerahkan jenazah Deden kepada pihak keluarga, melalui istri almarhum yang didampingi iparnya.
Jenazah diangkut memakai ambulans Dokpol ke Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, untuk dibawa ke Jakarta menggunakan pesawat angkutan kargo.
Istri almarhum yang memakai cadar, tidak mau diwawancara para jurnalis. Sementara itu, perwakilan maskapai penerbangan menghalangi awak media.
Sebelumnya, Kabiddokes Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Haris mengatakan proses identifikasi jenazah tergantung kondisinya.
“Kalau sidik jari masih bisa diperiksa, itu bisa secepatnya. Tetapi, jika susah diperiksa, maka perlu pemeriksaan pembanding lain,” katanya dikutip dari Antara, Kamis (22/1).
Dia menyampaikan proses identifikasi membutuhkan waktu, ketepatan, dan ketelitian, sehingga tidak memasang target kapan bisa selesai.
“Kami tidak butuh kecepatan. Sebab, ini suatu keadaan yang harus pasti. Kami harus memastikan jenazah adalah korban ini (sesuai nama),” ucapnya. (ant)
Lihat video seru ini:



/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F06%2F05%2Fae38e91018b93f45203678043e23f26d-20250605_144548.jpg)