Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengundang puluhan negara untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian bentukannya, yang diklaim bertujuan untuk menyelesaikan konflik global. Sekutu AS merespons dengan hati-hati, meskipun beberapa telah menolak untuk bergabung.
Negara-negara lainnya, termasuk negara Arab dan mayoritas Muslim, seperti Arab Saudi, Turki dan Indonesia, seperti dilansir Reuters dan The Hill, Kamis (22/1/2026), telah setuju untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian tersebut.
Apa itu Dewan Perdamaian?
Trump pertama kali mengusulkan Dewan Perdamaian pada September tahun lalu, ketika mengumumkan rencananya untuk mengakhiri perang Gaza. Namun kemudian dia memperjelas bahwa ruang lingkung dewan tersebut akan diperluas di luar Jalur Gaza untuk mengakhiri konflik-konflik lain di seluruh dunia.
Trump akan menjabat sebagai ketua pertama Dewan Perdamaian.
Bagian pembukaan dalam draf piagam pembentukan Dewan Perdamaian menyebut bahwa dewan tersebut "berupaya untuk mempromosikan stabilitas, memulihkan pemerintahan yang dapat diandalkan dan sah, dan mengamankan perdamaian abadi di area-area yang terdampak atau terancam oleh konflik".
Negara-negara anggota, menurut draf piagam tersebut, akan dibatasi masa jabatannya selama tiga tahun, kecuali mereka membayar masing-masing sebesar US$ 1 miliar (Rp 16,9 miliar) untuk mendanai kegiatan Dewan Perdamaian dan mendapatkan keanggotaan permanen.
Gedung Putih telah mengumumkan tujuh anggota Dewan Eksekutif Pendiri yang akan memandu Dewan Perdamaian, yang terdiri atas Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio; utusan khusus Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff; menantu Trump, Jared Kushner; mantan PM Inggris Tony Blair; miliarder AS dan CEO Apollo Global Management, Marc Rowan; kepala World Bank Group Ajay Banga; dan wakil penasihat keamanan Gedung Putih, Robert Gabriel.
Sejauh ini, negara mana saja yang setuju bergabung?
Seorang pejabat senior Gedung Putih, yang enggan disebut namanya, mengatakan bahwa sekitar 35 pemimpin dunia sejauh ini telah berkomitmen untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian, dari sekitar 50 undangan yang telah dikirimkan AS.
Negara-negara yang setuju bergabung Dewan Perdamaian mencakup sekutu-sekutu Timur Tengah, seperti Israel, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Yordania, Qatar, dan Mesir. Anggota NATO seperti Turki dan Hungaria juga setuju bergabung.
Beberapa negara lainnya, seperti Indonesia, Maroko, Pakistan, Kosovo, Uzbekistan, Kazakhstan, Paraguay, Argentina, dan Vietnam, juga telah mengumumkan akan bergabung Dewan Perdamaian.
(nvc/eva)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5479752/original/002740200_1768988813-2d8a8ac0-e1a1-497e-941e-a229e99a393a.jpeg)

