Nasib Saham ASII usai Diguncang Pencabutan Izin Tambang Martabe Milik UNTR

idxchannel.com
7 jam lalu
Cover Berita

Saham PT Astra International Tbk (ASII) anjlok 9,28 persen ke level Rp6.600 pada perdagangan Rabu (21/1/2026).

Nasib Saham ASII usai Diguncang Pencabutan Izin Tambang Martabe Milik UNTR. (Foto: Astra)

IDXChannel – Saham PT Astra International Tbk (ASII) anjlok 9,28 persen ke level Rp6.600 pada perdagangan Rabu (21/1/2026), menyusul pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Martabe yang dioperasikan PT Agincourt Resources (PTAR).

Pencabutan izin tersebut diputuskan Presiden Prabowo Subianto pada 19 Januari 2026 dan diumumkan secara resmi sehari kemudian. PT Agincourt Resources merupakan anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR), sementara UNTR merupakan anak usaha utama Astra.

Baca Juga:
Saham Emiten Emas ANTM-HRTA Cs Dilanda Aksi Ambil Untung

Analis KB Valbury Sekuritas (KBVS) Akhmad Nurcahyadi memperkirakan, dalam catatan ringkas pada Kamis (22/1), setiap penurunan 5 persen pendapatan UNTR berpotensi menekan pendapatan ASII sebesar 2,5 persen pada 2025 dan 4,9 persen pada 2026. Dampaknya terhadap laba diperkirakan masing-masing sebesar 2,4 persen dan 5,0 persen.

Secara keseluruhan, proyeksi pendapatan ASII pada 2025 dan 2026 diperkirakan melemah dari semula minus 1,0 persen dan tumbuh 3,0 persen menjadi masing-masing minus 3,5 persen dan hanya tumbuh 0,4 persen. Sementara itu, pertumbuhan laba diproyeksikan turun dari minus 5,3 persen dan positif 3,4 persen menjadi minus 7,6 persen dan 0,6 persen.

Baca Juga:
VISI Habiskan Dana IPO Rp71,13 Miliar untuk Modal Kerja dan Beli Truk

Dengan menggunakan harga penutupan UNTR di Rp27.200 pada Rabu, nilai wajar ASII diperkirakan berada di kisaran Rp6.790 per unit.

Meski demikian, KBVS Research menilai dampak negatif tersebut masih dapat diredam oleh sejumlah faktor pendukung.

Baca Juga:
Trinland (TRIN) Pastikan Rahayu Saraswati Kuasai 5 Persen Saham Lewat Dua Perusahaan 

Di antaranya kontribusi signifikan bisnis alat berat dan pertambangan (HEMCE), kinerja solid segmen kontraktor tambang dan mesin konstruksi, stabilnya bisnis otomotif yang ditopang peluncuran mobil hybrid roda empat, serta kinerja agribisnis dan jasa keuangan yang lebih baik dari perkiraan.

Selain itu, Astra masih berpeluang melanjutkan aksi buyback saham setelah menyelesaikan program pembelian kembali saham senilai maksimal Rp2 triliun pada periode 19 Januari-25 Februari 2026.

Pemerintah juga dinilai berpeluang membuka kembali operasional Agincourt setelah dampak bencana alam di Sumatera serta dinamika sosial-politik mereda.

Dalam skenario terburuk, KBVS Research memperkirakan nilai wajar ASII bisa turun hingga Rp5.490 per saham.

Namun demikian, rekomendasi beli (buy) tetap dipertahankan, seiring valuasi ASII yang dinilai masih menarik dan kinerja bisnis inti yang relatif solid.

Informasi saja, hingga Kamis (22/1/2026) pukul 10.29 WIB, saham ASII rebound 2,27 persen ke Rp6.750 per unit.

Sementara, UNTR, yang sehari sebelumnya jatuh hingga auto rejection bawah (ARB) 15 persen, bangkit dengan naik tipis 0,28 persen menjadi Rp27.275 per unit pada pagi ini. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pramono Anung Sebut APBD Jakarta 2025 Surplus, Ini Besarannya
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
Inggris Komitmen Berinvestasi di Indonesia Rp90 Triliun Usai Kunjungan Prabowo
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Merata di Pulau Jawa Hari Ini
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
HGU 85 Ribu Hektare di Lampung Dicabut, Bakal Dimanfaatkan untuk Kepentingan Pertahanan
• 18 jam laluokezone.com
thumb
Sidang Sengketa Ijazah Jokowi, Bon Jowi Sebut Ada Fakta Baru yang Mengejutkan
• 21 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.